Dinyatakan Negatif Covid-19, 242 Mahasiswa Poltrada Dipulangkan

Sebanyak 242 mahasiswa Poltrada Bali di Tabanan dipulangkan ke daerah asal masing-masing pada Selasa (8/12/2020).
385 Melihat

TABANAN, posbali.co.id – Lebih dari sepuluh hari menjalani karantina mandiri di kampus, 242 mahasiswa Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali di Tabanan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing, Selasa (8/12/2020). Ratusan mahasiswa tersebut dinyatakan negatif Covid-19 setelah tiga kali menjalani pemeriksaan dengan swab test (tes usap). Poltrada Bali pun memastikan para mahasiswa pulang dalam kondisi sehat.

Direktur Poltrada Bali, Bambang Wijanarko, menyebutkan, ada 311 mahasiswa di kampus tersebut. Sebelumnya 70 orang sudah dibolehkan pulang lebih awal karena hasil tes usap kedua dinyatakan negatif. Dalam tes usap kedua pada 27-28 November lalu, 238 mahasiswa sempat dinyatakan positif, namun tiga sampel saat itu hasilnya belum keluar.

Selanjutnya dalam tes usap ketiga pada Sabtu (5/12/2020) lalu, dari 242 mahasiswa yang ketika itu masih menjalani karantina di asrama dinyatakan negatif. “Mereka pun dibolehkan pulang ke daerah asal masing-masing. Kami memastikan ketika mereka datang ke kampus dalam kondisi sehat, maka pulangnya pun harus sehat,” ujar Bambang.

Bambang menerangkan masih ada satu orang mahasiswa asal Buleleng yang mengaku masih memiliki gejala berupa kehilangan indra penciuman. Meskipun hasil pemeriksaan dari tes usap ketika itu dinyatakan sudah negatif, namun pihak kampus telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Made Rentin, mengatakan, terkait ada laporan mahasiswa yang masih memiliki gejala sisa, pihaknya akan berkoordinasi dengan
Satgas Buleleng untuk melakukan pemantauan. Mahasiswa tersebut juga diharapkan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami menilai langkah yang dilakukan Poltrada Bali lebih dari ekspetasi. Karantina lebih dari 10 hari, dan mahasiswa menjalani tes usap untuk menguatkan kondisi tubuhnya. Jika sudah menjalani karantina 10 hari, sudah mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19 dan tidak memerlukan tes usap lagi,” ujar Rentin.

Meskipun dengan hasil negatif, dia pun mengingatkan mahasiswa Poltrada Bali setelah pulang ke rumah masing-masing harus tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. “Saya harap para mahasiswa bisa jadi agen perubahan, yakni mengubah perilaku masyarakat untuk secara ketat melakukan protokol kesehatan dengan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” pungkasnya. gap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.