Diisi Wajah-Wajah Lama, Band Eighty Seven Siap Ramaikan Musik Rock di Bali

Para personel Band Eighty Seven saat berada berkunjung ke studio Radio Suara Sunari, belum lama ini.
694 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Meskipun baru seumur jagung, namun band ini diisi oleh wajah-wajah lama yang siap meramaikan kancah musik rock di Bali, khususnya band pengusung tribute.

Band Eighty Seven dibentuk kisaran Desember 2019 yang diawali dari obrolan santai Rah Watanabe (vokal) dan Prass (drumer). Prass yang juga adalah gitaris band DeJavu ingin menyalurkan hasratnya untuk bermain drum seperti juga Rah Watanabe yang juga ingin mencoba kemampuan olah vokalnya.

Muncullah ide untuk membentuk sebuah band yang mengusung tribute band Helloween yang didasari oleh kesukaan terhadap band heavy metal asal Jerman tersebut. Dari para personel beberapa band dalam paguyuban mulailah dicari penggemar musik dari band Helloween hingga akhirnya bergabunglah Yogi (gitar) dari band Asli Metal, Dek Aris (gitar) dari band Overcast, serta Mang Paping (bass) dari band Phobia, yang ternyata juga penyuka band Helloween.

Prass didampingi personel lainnya menuturkan, nama Eighty Seven diambil karena dirasa pas dan mewakili “kegilaan” para personelnya terhadap band Helloween itu sendiri. Namun pada saat band mulai penggarapan beberapa lagu, Dek Aris yang juga menjadi salah satu gitaris band Eternal Madness memutuskan untuk berhenti karena kesibukannya di band tersebut.

Dengan semangat membara untuk bisa launching pada bulan Maret 2020 dengan tema March of Time yang bermakna “Tak Terhentikan”, maka dimulailah pencarian gitaris pengganti dan bergabunglah Gus De yaitu gitaris dari band Parau. “Dengan bermodalkan kesukaan terhadap genre musik metal akhirnya Gus De memutuskan bergabung dan menggantikan posisi Dek Aris,” tutur Prass saat ditemui di studio Radio Suara Sunari di bilangan Tohpati, Denpasar.

Rencana peluncuran band pada bulan Maret akhirnya terpaksa ditunda karena pandemi Covid-19. Namun penggarapan lagu lagu tribute to Helloween tetap berlanjut dengan formasi band Eighty Seven yang diisi oleh Rah Watanabe (vokal), Prass (drum), Mang Paping (bass), Yogi (gitar), dan Gus De (gitar).

Sampai pada waktu suasana new normal yang dimulai pada bulan Agustus 2020, maka diputuskanlah untuk launching band melalui acara yang dikemas secara serius dalam bentuk aksi kegiatan Bakti Sosial dan Parade Band yang dimotori oleh Wie Dozzer dan Gus De Adnyana. Tema “Eagle Fly Free” yang diambil dari salah satu hits Helloween pun disepakati karena dianggap mewakili peralihan suasana akibat pandemi menuju new normal. “Tanggal 9 Agustus 2020 dipilih menjadi hari lahirnya Eighty Seven Band,” ujarnya.

Pada awal Oktober 2020, karena kesibukannya Rah Watanabe mengundurkan diri dari band dan bergabunglah ‘vocalist legend’ dengan suara tingginya yang khas dan dirasa cocok untuk menyanyikan lagu-lagu Helloween versi Kiske maupun Deris yaitu Chandra (pernah tergabung dalam band indie deLubna ). Hal ini berbuah progres menggarap lagu-lagu tribute Helloween menjadi sangat cepat. Dalam kurang dari 4 bulan, Eighty Seven telah menguasai 20 lagu tribute Helloween.

Formasi ini menjadi formasi terawet Eighty Seven. Namun kembali Eighty Seven diterpa badai karena pada bulan April 2021, Gus De terpaksa meninggalkan Eighty Seven akibat dikejar waktu dan kesibukannya menggarap album baru band Parau.

Tapi tidak berselang lama, pertengahan bulan Juni 2021 satu nama gitaris legend pun bergabung. Dia adalah Asthama. Seorang gitaris ternama di Bali yang dulu malang melintang di kancah festival musik dan pernah diganjar beberapa kali predikat gitaris terbaik, melalui band Dark Savior yang biasa membawakan lagu-lagu Helloween dan Yngwie Malmsteen.

Dengan bergabungnya Asthama, maka formasi terakhir Eighty Seven saat ini adalah Chandra (vokal), Yogi (gitar), Asthama (gitar), Mang Paping (bass), Prass (drum). Formasi terbaru ini menjadikan Eighty Seven lebih berapi-api dan bersemangat untuk berusaha menjadi band tribute Helloween terbaik dan menghibur pecinta musik heavy metal khususnya penggemar Helloween. “Semoga formasi ini bisa menjadi formasi terawet dan terbaik bagi Eighty Seven,” pungkas Prass. rap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.