Dihantam Corona, Perajin “Raab Buyuk” Menjerit

Perajin raab buyuk (atap tradisional yang terbuat dari daun nipah) di lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana.
54 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Pandemi Corona bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga berimbas pada keberlangsungan usaha kerajinan. Seperti dialami perajin raab buyuk (atap tradisional yang terbuat dari daun nipah) di lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana.

Salah seorang perajin, Ni Ketut Londri, Rabu (18/2/2021), mengutarakan, pekerjaan membuat raab buyuk ini sudah turun-temurun dilakoni para ibu rumah tangga di Kelompok Mekar Sari Lingkungan Samblong, untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mempertahankan tradisi di lingkungannya. Namun belakangan ini akibat dari Covid-19 orderannya sangat menurun drastis.

Ia bercerita, sebelum Covid-19 orderan bisa mencapai 5 ribu sampai 6 ribu batang. Tapi sekarang, order berkurang jauh. Saat ini hanya menerima order 400 batang, itu pun dikerjakan banyak orang. ‘’Saya hanya dapat jatah 25 batang,’’ akunya sembari berharap keadaan kembali normal seperti sebelum Covid-19.

Londri mengatakan, sebelum Covid-19 yang mencari raab buyuk sangat banyak, biasanya dari Gilimanuk, Denpasar, dan Buleleng untuk bahan atap vila. “Per batang saya jual Rp6 ribu. Untuk bambu saya beli per 50 batang ukuran 3 meter seharga Rp35 ribu, untuk bahan buyuk (nipah) didapatkan di wilayah Desa Budeng, Kecamatan Jembrana,’’ sebutnya.

Meskipun sepi oderan, ia tetap membuat raab buyuk untuk stok. Siapa tahu ada yang mencari mendadak.

Hal senada juga diungkapkan Luh Tarni. Ia berujar sebelum pandemi sampai kewalahan menerima order raab buyuk. ‘’Sekarang orderannya sepi, ini tumben ada orderan. Jika sepi orderan saya ngambil pekerjaan nenun,’’ ujarnya.

Para perajin raab buyuk meskipun sudah tradisi turun temurun, masih tersandung masalah klasik yakni permodalan. Terlebih di masa Covid-19 ini. 024

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.