Digitalisasi Tingkatan Pendapatan UMKM

Foto: Virtual Media Briefing: Inisiatif Hyperlocal Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM Balikpapan, Makassar dan Denpasar.
134 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Di tengah pandemi Covid-19, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi sektor yang paling bisa bertahan menghadapi pandemi. Namun, belum semua pelaku UMKM paham betul tentang memasarkan produk melalui digitalisasi.

Untuk itu, Tokopedia menggelar ‘Hyperlocal Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM Balikpapan, Makassar dan Bali’ guna memasarkan produk mereka dalam upaya meningkatkan pendapatan melalui digitalisasi.

Acara itu berlangsung secara virtual melalui aplikasi Zoom, Senin (9/8). Bertujuan memberikan pelatihan digitalisasi pasar bagi pelaku UMKM. Yakni menjual produknya melalui aplikasi Tokopedia.

“Belanja online menjadi alternatif dalam menghindari paparan Covid-19. Nah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Tokopedia berusaha meningkatkannya dengan memberdayakan produk-produk UMKM lokal,” kata Senior Lead Regional Expansion (RGX) Tokopedia, Yanuar Rakhmad.

Dikatakan, UMKM lokal mengalami peningkatan pendapatan yang cukup signifikan setelah bergabung dengan Tokopedia. “Di Bali, khususnya di Denpasar sendiri untuk fashion mengalami perkembangan pesat,” imbuh Yanuar.

Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Daerah Tokopedia, Emmiryzan menambahkan, kunci menghadapi pandemi adalah kolaborasi dan inovasi.

Untuk itu, pihaknya melakukan kolaborasi dan inovasi dengan pemerintah daerah. Tujuannya untuk mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan kesehariannya.

“Berbagai kemudahan tersedia dalam fitur yang ada di Tokopedia. Diantaranya memudahkan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” ujarnya.

“Kami mengusung bangga menggunakan buatan produk lokal Indonesia, sehingga produk UMKM lokal dapat dikenal dan diakses oleh masyarakat seluruh Indonesia,” bebernya.

Dia menuturkan pasar tradisional di Makassar sudah bisa diakses melalui Tokopedia. “Untuk menyukseskan ini, dan para UMKM sehat dalam menghadapi pandemi, kami juga melakukan vaksinasi gratis,” tuturnya.

Sementara itu, pemilik Leolle Bali, Jimmy Aman mengatakan, bisnis yang digelutinya sudah dimulai sejak 20 tahun lalu khusus menjual oleh-oleh khas Bali untuk turis mancanegara. Namun sejak pandemi ini melanda, semua toko souvenir-nya tutup.

Jimmy menuturkan, awal pandemi masih buka selama empat bulan, namun karena sepi turis, dia terpaksa menutup empat tokonya. Tak patah arang, adanya teknologi saat ini khususnya Tokopedia, dia mulai merambah pemasaran secara digitalisasi.

“Di bisnis ini saya hampir bangkrut, tapi dengan adanya Tokopedia, ini mujizat. Hanya dari rumah saya bisa jualan lewat Tokopedia. Bahkan bisa menjual keluar daerah, dan paling jauh ke Papua,” tuturnya.

Dia menambahkan, omzetnya kini naik mencapai 70 persen. “Sekarang sudah mencapai ratusan juta. Saya sangat bersyukur dengan adanya Tokopedia ini. Tadinya saya berpikir akan menjual sisa produk saja, namun sejak tiga bulan terakhir, saya sudah bisa membangkitkan beberapa supplier untuk memproduksi barang,” tandasnya.

Sementara itu, terkait jika ada barang yang tidak sesuai dengan apa yang ditawarkan atau rusak saat pengiriman, Tokopedia telah menyediakan fitur pengembalian barang. Selain itu, masyarakat yang akan membeli produk diharapkan terlebih dahulu membaca deskripsinya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.