Dianggap Salah Konsep, Petani Desa Abang Ngomel Irigasi Tersumbat

688 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Petani di Desa Abang merasa resah lantaran beberapa hamparan sawah akan terancam kesulitan air. Sulitnya air yang selama ini mengairi sawah tersebut terlihat karena saluran irigasi gorong-gorong tersumbat mengakibatkan air tidak bisa normal mengalir menuju hilir.

Menurut seorang warga yang merupakan petani dikawasan tersebut yaitu I Wayan Putu Berata Sukardi alias Bagongsir, Senin (10/6) mengatakan, masalah saluran irigasi yang berupa gorong-gorong yang berada di bawah ruas jalan raya tepat di tikungan jalur Desa Abang menuju desa Waliyang nampaknya memerlukan penanganan serius dari pihak  jaringan saluran irigasi atau pihak terkait untuk meberikan solusi kelancaran arus air karena selama ini warga subak sudah muak dan letih mensiasati saluran gorong-gorong air tersebut supaya tidak terhambat. 

“Ini gorong-gorong sepertinya harus ditindak serius, karena sudah bertahun-tahun menjadi kendala para petani subak abang dalam melakukan pengairan sawah,” omel Gongsir.

Dijelaskan, karena posisi saluran air (cegah) yang artinya dasar sungai mulai tinggi akibat tumpukan pasir yang dibawa arus air yang menumpuk di tengah gorong-gorong. Selain itu karena ukuran gorong-gorong kecil yang diameternya kurang lebih satu setengah meter persegi dengan panjang memotong jalan raya, sehingga ketika ingin masuk ke dalam gorong-gorong sangatlah sulit.

“Nah hal ini juga yang mengakibatkan kami pihak petani sangat sulit melakukan perbaikan supaya arus air bisa mengalir dengan lancar. Kudu-kudu bisa alirkan sedikit, beberapa harinya lagi kembali akan tersumbat sehingga sebagian besar para petani disini mulai kesal dengan kondisi gorong-gorong yang bisa dikatakan tidak efesien dan gagal konsef infrastrukturnya,” kata Bagong yang nampak geram dengan kondisi gorong-gorong tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kelian Subak Abang, I Nyoman Widiada mengungkapkan, terkait problem saluran irigasi gorong-gorong tersumbat yang saat ini dialami oleh para petani diwilayah abang, dirinya selaku pengurus subak sudah melakukan kordinasi kepada pihak aparat kedesaan terutama kepada Perbekel untuk bisa menyampaikan aspirasi terkait kendala yang kemungkinan terjadi ancaman terhadap hamparan lahan sawah yang nantinya akan kesulitan air kepada pihak terkait. Karena jika ini dibiarkan akan menjadi lebih parah. Banyak petani mulai malas membenahi saluran irigasi tersebut karena tidak bisa klar. Hal ini sudah terjadi bertahun-tahun, bahkan sudah ada waga yang membiarkan lahannya menjadi (Nengan)lahan tidak digarap karena ketika air dapat mengalir itupun hanya karena oleh pihak yang bersangkutan untuk mengairi lahannya saja bahkan air mengalir sangat kecil sehingga tidak cukup digunakan untuk sandingan lahan lainnya. 

“Situasi ini juga menjadi kendala terhadap para petani sering cek-cok berebut air. Karena siapa yang menggorek gorong-goring supaya air bisa mengalir dialah yang merasa punya hak untuk memakai air untuk pengairan. Nah ini juga menjadi probelem bagi kita para petani,”bebernya.

Sementara itu Perbekel Desa Abang Nyoman Sutirtayana mengaku akan melakukan tindakan terhadap problem tersebut. Dirinya selaku perbekel akan berusaha mencarikan solusi untuk penyelasaian masalah yang dialami warganya. Terlebihnya lagi dari pihak warga dan pengurus subak sudah menyampaikan aspirasi keluhannya.

” Saya akan konsultasikan kepada pihak terkait agar situasi ini bisa mendapatkan penanganan hanya saja butuh proses, saya tetap menghimbau warga saya untuk bersabar karena semua ini butuh proses mekanisme yang perlu dilakukan dalam menempuh solusi,”terangnya. nad

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.