Di Pasar Poh Gading, Masih Ada Warga Salah Pakai Masker

Tim Evaluasi Desa Kelurahan Tangguh dan Aman Covid 19 bersama Bidang Perubahan Prilaku Masyarakat Satgas Kota Denpasar saat melakukan evaluasi penerapan prokes di Pasar Poh Gading Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara
208 Melihat

DENPASAR, POS BALI- Memakai masker adalah salah satu cara terbaik mencegah penularan Covid-19.

Selain jenis maskernya harus memenuhi standar, cara memakainya juga harus benar, yakni menutup mulut dan hidung. Masker yang ditempatkan di dagu tidak akan bisa melindungi diri maupun orang lain dari penularan Covid-19.

Di tengah kasus Covid-19 yang masih tinggi saat ini, masih ditemukan masyarakat yang tidak memakai masker, juga mereka yang memakai masker dengan tidak benar.

Warga yang memakai masker dengan tidak benar itu bahkan ada yang melakukannya di tempat umum yang beresiko tinggi terjadi penularan Covid-19.

Seperti yang ditemukan oleh Tim Evaluasi Desa Kelurahan Tangguh dan Aman Covid 19 bersama Bidang Perubahan Prilaku Masyarakat Satgas Kota Denpasar saat melakukan evaluasi penerapan prokes di Pasar Poh Gading Desa Ubung Kaja Kecamatan Denpasar Utara Rabu, (25/8/2021).

Dalam kegiatan ini pihaknya ingin mengetahui sejauh mana penerapan prokes oleh pedagang maupun pengunjung pasar, seperti mencuci tangan sebelum masuk pasar, menggunakan masker dan menjaga jarak.

Kadis DPMD Kota Denpasar sekaligus Koodinator Bidang Perubahan Prilaku Masyarakat Satgas Kota Denpasar IB Alit Wiradana mengatakan, Pasar Poh Gading telah menerapakan prokes seperti menyediakan tempat cuci tangan dan mengukur suhu pedagang maupun pembeli.

Namun, pihaknya masih menemukan masyarakat yang salah menggunakan masker.

Karena itu dalam kegiatan tersebut pihaknya memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar mentaati prokes, yakni memakai masker dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas ke luar rumah.

“Dengan langkah itu diharapkan penularan covid 19 bisa dicegah,” kata Alit Wiradana.

Lebih lanjut Ia mengatakan, setelah semua Pasar Desa di evaluasi, pihaknya akan menyasar Pasar yang ada di Kelurahan. “Dengan semua pasar disasar diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat sesuai adaptasi kebiasaan baru sehingga dapat menekan penularan covid-19,” katanya.

Sementara itu Perkembangan kasus Covid-19 di Denpasar pada Senin (30/8/2021), sebanyak 65 orang terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut sebanyak 52,31 persen atau 34 orang belum divaksin. Sebanyak 27,69 persen atau 18 orang yang positif tersebut berstatus warga luar Kota Denpasar.

Adapun pasien sembuh bertambah 282 orang. Penambahan ini secara otomatis meningkatkan prosentase kesembuhan pasien menjadi 92,86 persen. Sementara kasus meninggal dunia bertambah 12 orang. Sebanyak 11 orang di antaranya belum divaksin.

Secara komulatif kasus Covid-19 di Denpasar hingga 30 Agustus 2021, tercatat 35.532 kasus positif, pasien sembuh 32.994 orang (92,86) persen), meninggal dunia 855 orang (2,40 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 1.683 orang (4,74 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai meminta masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan prokes, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Masyarakat juga diminta untuk menjalani vaksinasi.

“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” kata Dewa Rai. 010

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.