Di Masa Pademi, Permintaan Lulusan STIKOM Bali Meningkat Tajam

Foto: Ketua Yayasan WDS Denpasar Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., C.A. dan Prof. Dr. I Made Bandem, M.A, (Pembina Yayasan WDS Denpasar) mengapit Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan.
199 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Di masa pandemi Covid-19 ini, permintaan sarjana komputer atau teknologi informasi (TI) meningkat tajam. Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali atau ITB STIKOM Bali mengaku kewalahan melayani tingginya permintaan sarjana komputer.

“Saat ini kami kewalahan melayani tingginya permintaan sarjana komputer atau TI. Permintaan itu selain datang perusahaan besar juga dari perusahaan persorangan. Bahkan di Denpasar sendiri, sebuah perusahan TI berkembang pesat di masa pandemi Covid-19 dan membutuhkan banyak sarjana TI,” ungkap Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan, Rabu (17/2).

Dijelaskannya, tamatan teknologi informasi pada era pandemi sekarang menjadi primadona, karena keberadaanya dibutuhkan oleh setiap institusi.

Khusus di Pulau Bali, ketika industri pariwisata mengalami goncangan akibat larangan turis asing ke Bali, sektor teknologi informasi justru berkembang dan dibutuhkan setiap pelaku usaha dan masyarakat.

“Kondisi itulah yang kemudian membuat permintaan tamatan TI sangat tinggi di daerah ini,” jelas Dadang.

Dia menambahkan, tingginya permintaan sarjana TI itu karena saat ini semua aktivitas perusahaan dan lembaga pendidikan dilakukan secara daring (dalam jaringan) karena situasi pandemi Covid-19.

“Kita tidak tahu kapan situasi pandemi covid ini akan berakhir. Tapi hikmah terbesar yang bisa kita petik adalah bahwa kita memang harus menyesuaikan kehidupan dengan era baru, mengubah mindset kita dari kerja manual beralih ke kerja yang memanfaatkan teknologi informasi. Itulah yang terjadi sekarang. Hampir semua sektor melakukan PHK, justru permintaan tenaga IT terus bertambah, jadi sarjana komputer sekarang ini jadi primadona,” bebernya.

Bagi STIKOM Bali, lanjut Dadang, Sebelum pandemi Covid-19, sudah terbiasa menggunakan pembelajaran daring sehingga kondisi ini tidak menyulitkan STIKOM Bali dan semua alumni STIKOM Bali terlalu siap memasuki dunia kerja dalam situasi seperti ini.

“Terbukti 7.000 alumni kami tersebar di berbagai perusahaan, lembaga pemerintahan, dan TNI Polri, dan sebagiannya lagi sebagai bisnis,” imbuhnya.

Tingginya minat perusahaan terhadap alumni STIKOM Bali, menurut Dadang menggambarkan potensi Bali di bidang teknologi, bisnis digital sangat besar. Oleh sebab itu, lanjut dia, ITB STIKOM Bali membuat terobosan dengan membuka Program Studi Strata 1 (S1) Bisnis Digital sejak tahun tahun lalu.

“Kami membuka Jurusan Bisnis Digital karena era sekarang era bisnis digital. Bali punya potensi luar biasa, dan terbukti setelah kami buka peminatnya luar biasa, sekarang berada pada rangking II prodi paling diminati,” beber Dadang.

Dadang memaparkan, Prodi Bisnis Digital ini adalah gabungan dari ilmu TI dan ilmu bisnis. Sebab saat ini paradigma para pebisnis sudah berubah. Para pebisnis tidak ada lagi merekrut sarjana dari bidang tertentu misalnya, manajemen, marketing, akuntansi, pajak dll lalu kemudian dilatih ilmu TI, maka kini hal itu tidak berlaklu lagi.

“Saat ini, para pebisnis merekrut sarjana TI lalu kemudian dilatih ilmu manajemen, marketing, akuntansi, dan pajak,” pungkas Dadang. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.