Dewan Lobar Pertanyakan Mangkraknya Reservoir PDAM Giri Menang

919 Melihat

LOBAR, POSBALI.CO.ID- Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang terus menjadi sorotan. Tak hanya dari kalangan pelanggan, anggota DPRD Lobar pun turut mengeluhkan amburadulnya pelayanan perusahaan plat merah tersebut, terlebih mencuatnya informasi bahwa Deservoir atau penampungan air milik PDAM Giri Menang didua titik terindikasi mangkrak.

Lalu Irwan dari Fraksi Gerindra pun angkat bicara. Dia mempertanyakan terkait persoalan yang menyebabkan buruknya pelayanan air bersih ke masyarakat pelanggan. “Kita belum tahu persoalannya apa. Kalau soal debit air yang berkurang, itu mungkin karena memang musim kemarau. Tapi nyatanya, ada pelanggan yang airnya lancar dan ada yang macet. Bahkan di BTN Pemda setiap hari macet,” katanya Senin (26/8).

Lalu Irwan lantas menambahkan bahwa berdasarkan informasi yang diperolehnya dua reservoir yang terletak di Gunung Menang Gerung dan Dusun Iting Kuripan mangkrak. Padahal, itu sarana vital yangbharus dimaksimalkan oleh pihak PDAM Giri Menang.

Lulusan Sarjana Tehnik itu kemudian berbicara soal pendistribusian air bersih ke pelanggan. Menurut dia, pendistribusian air ke pelanggan tidak boleh langsung dari pipa utama atau pipa primer. “Air harus didistribusikan dulu ke reservoir atau penampungan air, baru disebar ke pelanggan. Karena di pipa utama itu ada tekanan air,” tambahnya.

Kembali soal penampungan air yang tidak berfungsi, Irwan tidak ingin berandai andai. “Yang perlu kita tahu adalah apakah ada kesalahan perencanaan tehnis atau apa. Itu harus clear,” sambungnya.

Dikonfirmasi mengenai upaya dan langkah dewan, politisi asal Gerung itu belum berani berkomentar banyak. Dia menegaskan akan segera berkoordinasi dengan unsur pimpinan baik di Fraksi maupun komisi yang nanti membidangi itu. “Karena AKD (Alat Kelengkapan Dewan) belum selesai,” katanya lagi.

Dia juga sedikit penyindir penghargaan yang diraih PDAM Giri Menang beberapa waktu lalu. “Ini aneh, dapat penghargaan, disatu sisi masyarakat selalu mengeluhkan pelayanan perusahaan milik daerah ini. Secara umum tidak ada yang mengapresiasi kinerja PDAM ini,” tegasnya.

Dia juga mencontohkan di BTN Pemda banyak meteran air yang dicabut dan itu dibiarkan saja sama pelanggan. “Karena tidak mungkin masyarakat membayar angin,” tutupnya mengakhiri. 033

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.