Dewan Klungkung Minta Tes Cepat Diperluas ke Seluruh Pasar Tradisional

FOTO: DPRD KLUNGKUNG WAKIL Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru memimpin Rakor Komisi II dan III DPRD Klungkung, Senin (29/6). Foto: baw
57 Melihat

KLUNGKUNG, posbali.co.id – Wakil Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru meminta Pemkab Klungkung untuk lebih tegas menerapkan protokol kesehatan Covid-19, khususnya di areal di pasar. Pengetatan setiap pintu masuk pasar wajib dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya kasus baru serta memutus mata rantai Covid-19.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Klungkung asal Nusa Penida ini, saat rapat koordinasi Komisi II dan III DPRD Klungkung dengan Sekda, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan serta Dinas Perhubungan, Senin (29/6), guna mengetahui operasional pasar sehubungan dengan pemberlakuan jam pasar yang baru di tengah era kenormalan baru (new normal).
Sementara Ketua Komisi III DPRD Klungkung, I Wayan Mardana, menambahkan, bahwa selain melakukan tes cepat (rapid test) di Pasar Galiran, seharusnya juga diberlakukan di pasar lainnya di Klungkung. Ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang juga memungkinkan terjadi di pasar lainnya.
Dengan begitu, upaya untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut tidak terkesan setengah-setengah. ‘’Hal ini juga bertujuan untuk mengetahui jumlah OTG serta orang yang terpapar virus tersebut,’’ tegasnya dihadapan Sekda Klungkung, Gde Putu Winastra.
Pasca-Pasar Galiran menjadi klaster penyebaran transmisi lokal, sempat dilakukan penutupan pasar selama tiga hari guna memutus rantai penyebaran virus Corona. Penutupan pasar ini juga dibarengi dengan pembersihan dan penyemprotan cairan disinfektan di areal pasar serta tes cepat dan tes usap (swab test) bagi para pedagang pasar.
Dalam rapat tersebut, anggota dewan menilai, situasi kenormalan baru seperti sekarang menimbulkan perasaan yang was-was baik bagi pedagang maupun pengunjung. ‘’Untuk itu rapat ini dilakukan untuk mengetahui serta memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik pascaberoperasionalnya Pasar Galiran. Hal ini juga untuk untuk memangkas serta menghindari terjadinya transmisi lokal yang lebih luas lagi,’’ pungkas Wayan Mardana. 022

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.