Desa Kutuh Jajaki Kereta Gantung di Pandawa

KONDISI Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung sebelum dimulainya tatanan kehidupan era baru. Foto: gay
310 Melihat

MANGUPURA, posbali.co.id – Seiring dengan tatanan kehidupan era baru pariwisata Bali, kawasan Pantai Pandawa direncanakan akan dikembangkan berkelas internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, Desa Adat Kutuh rencananya akan mengembangkan sebuah wahana baru untuk menarik kunjungan wisatawan.
Wahana yang dimaksud tersebut berupa kereta gantung. “Rencana kami akan membuat kereta gantung seperti yang di Ancol. Jika itu bisa direalisasikan, ini akan menjadi wahana baru dan satu-satunya di Bali, dan ini sangat potensial karena wahana itu masih jarang juga di Indonesia,”ungkap Bendesa Adat Kutuh, Nyoman Mesir, Kamis (16/7).
Keberadaan kereta gantung tersebut rencananya akan membentang dari sayap kanan dan kiri Pantai Pandawa, dengan panjang kurang lebih mencapai 2 Km. Dengan keberadaan wahan tersebut, wisatawan akan dapat melihat pemandangan Pantai Pandawa dari atas laut, dengan pemandangan tebing yang menghampar dan beach clubyang ada di pesisir.
“Ini akan menjadi daya tarik baru bagi destinasi wisata di Bali. Wisatawan internasional tentu akan semakin tertarik datang, apalagi kunjungan anak sekolah juga ramai ke Pandawa. Yang penting tiketnya bisa diatur agar tidak terlalu tinggi,”sebutnya.
Nyoman Mesir memastikan keberadaan kereta gantung tersebut tidak akan menganggu estetika dan keasrian lingkungan. Sebab, dalam perencanannya wahana tersebut didirikan dengan menggunakan tiang pancang diatas laut, bukan dengan pengurukan. Namun untuk merealisasikan hal tersebut, pihaknya tentu harus mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung.
Ia mengaku hal tersebut sudah mendapatkan dukungan dari Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat keduanya berkunjung ke Pandawa pada momen yang berbeda. “Setelah mendapatkan dukungan ini, baru kami cari investor yang mau diajak bekerjasama. Tentu kami harap Pemkab Badung dan Pemprov Bali juga mau bekerjasama. Yang penting ini menguntungkan masyarakat Bali, kami di Kutuh hanya menyiapkan lahannya,” paparnya.
Nyoman Mesir menambahkan, untuk merealisasikan wahana tersebut diperkirakan perlu anggaran lebih dari Rp11 triliun. Oleh karena itu, kerjasama tersebut sangat diperlukan, baik dari investor maupun pemda. Jika pemda tidak mau bekerjasamauntuk hal tersebut, maka pihaknya secara otomatis hanya bekerja sama dengan investor swasta.
“Kami masih mencari investor, tim sudah menyebar. Kami harap tahun 2022 ini bisa terwujud,”harapnya seraya menerangkan Pantai Pandawa juga akan dikembangkan dengan keberadaan beach club berkelas internasional dan pada malam hari Pandawa akan dihidupkan. gay

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.