Desa Adat Peminge Gencarkan Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19, Libatkan Semua Lapisan

ist/Satgas Gotong Royong Desa Adat Peminge di Posko Edukasi Pencegahan Penyebaran Covid-19
453 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Upaya Desa Adat Peminge dalam mengamankan wilayah dan masyarakatnya, terhadap penyebaran Covid-19 patut diapresiasi. Pasca keluarnya SK pembentukan Satgas Gotong Royong Covid-19 pertanggal 31 Maret 2020, Desa adat Peminge langsung bergerak cepat membentuk Satgas Gotong Royong yang beranggotakan seluruh komponen masyarakat. Satgas Gotong Royong Desa Adat Peminge tergolong paling lengkap komposisinya, yang terdiri dari unsur Yowana, Pecalang, Prajuru Desa dan Banjar, Sabha Desa, LPD juga terlibat didalamnya.

Ketua Satgas Gotong Royong Desa Adat Peminge, Nyoman Beker dikonfirmasi Minggu (19/4) menerangkan, pihaknya terus bersinergi dengan komponen masyarakat, baik yowana, pecalang, prajuru Desa Adat Peminge, LPD dan sabha Desa Adat Peminge, Satgas Kelurahan Benoa dan LPM kelurahan, dalam merespon instruksi dan imbauan pemerintah terkait upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Selain upaya tersebut, pada tanggal 2 April lalu, pihaknya bersama desa adat, tokoh dan pemangku juga melaksanakan persembahyangan bersama, dalam upaya memohon keselamatan serta mendoakan agar Covid-19 cepat berlalu. “Kami melaksanakan penjagaan di akses-akses masuk desa Peminge dan obyek wisata yang ada, dengan melibatkan pecalang. Kami berupaya mengedukasi, agar jangan sampai terjadinya kerumunan masa, baik di wilayah maupun obyek wisata yang ada di Peminge,”ujarnya.

Pihaknya juga mendirikan posko edukasi, untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada warga, terkait penerapan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Baik menyangkut pengunaan masker, rutin cuci tangan, hand sanitazer, serta upaya penyemprotan disinfektan di seluruh desa adat peminge. Selain itu pihaknya bersama pecalang dan prajuru rutin melaksanakan patroli malam keliling, dalam mengantisipasi munculnya kerawanan sosial dampak pandemi Covid-19. “Mari kita bersama bergandengan tangan dengan serius, sehingga upaya kita bersama inu bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”ajaknya.

Bendesa Adat Peminge, Jro Mangku Made Warsa dikonfirmasi terpisah menerangkan, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus digencarkan di Desa Adat Peminge. Hal itu sesuai dengan instruksi dan himbauan pemerintah, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Melalui upaya tersebut pihaknya berharap jangan sampai Desa adat Peminge masuk zona merah Covid-19. “Krama tamiu dan tamiu juga kita edukasi, agar mereka menerapkan pola sosial dan pysical distancing, serta tidak bepergian ke luar daerah maupun menjaga pola hidup sehat dan bersih. Termasuk pengusaha yang ada di Desa Adat Peminge kita ajak bersinergi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”terangnya didampingi Ketua Sabha Desa Adat Peminge, Ketut Suartika.

Untuk meringankan krama adat yang terkena imbas dari Pandemi Covid-19, pihaknya di desa adat bersama LPD berencana akan memberikan sembako kepada krama desa adat Peminge pada awal bulan Mei ini. Dimana paket sembako tersebut bersumber dari kas Desa Adat Peminge dan LPD Desa Peminge.

Sementara salah seorang warga Peminge, Wayan Muntra menyampaikan apresiasi dan mendukung upaya yang telah dilakukan Satgas Gotong Royong Desa Adat Peminge dalam mengamankan wilayah dan masyarakatnya dari ancaman penyebaran Covid-19. Pihaknya melihat apa yang telah dilakukan tersebut Kami sangat luar biasa, bahkan bisa dibilang paling tertib dalam melakukan apa yang menjadi himbauan pemerintah. “Baru diinstruksikan pembentukan satgas, desa adat kami sudah melakukan langkah sigap dan cekatan membentuk satgas pencegahan satgas Covid-19. Apalagi itu senantiasa bersinergi dengan Satgas Covid-19 kelurahan Benoa,”terangnya.

Pihaknya berharap kedisiplinan warga dalam mematuhi segara imbauan dan instruksi pemerintah menyangkut ketaatan terhadap protokol pencegahan Covid-19 harus selalu ditingkatkan. Sebab penyebaran Covid-19 sangat sulit diketahui, namun itu bisa dicegah secara pribadi dengan melakukan hal-hal yang menjadi himbauan pemerintah. “Kalau tidak penting sekali, jangan keluar rumah. Lebih diam di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,”imbaunya.

Pihaknya menilai upaya yang dilakukan Desa Adat Peminge bersama Satgas Gotong Royong sudah maksimal. Sehingga selaku warga, pihaknya merasa terlindungi dan diperhatikan. Apalagi pada awal bulan Mei nanti, desa adat Peminge bersama LPD Peminge akan melakukan pembagian sembako, yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakatnya. Hal tersebut menurutnya patut untuk dicontoh oleh pemerintah, utamanya pemerintah  kabupaten dan propinsi. “Kami di Desa Adat Peminge saja bisa, kenapa pemerintah tidak melakukan. Tentu pemerintah sendiri yang mengetahui jawaban itu,”sentilnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.