Desa Adat Kedonganan Tutup Sementara Operasional Seluruh Unit Usahanya di Pesisir Pantai Barat

Wabup Suiasa saat melakukan penyemprotan Disinfektan di Kedonganan
734 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id -Operasional seluruh unit usaha yang dikelola oleh Desa Adat Kedonganan di Pantai Barat Kedonganan, untuk sementara ditutup hingga tanggal 31 Maret 2020. Hal tersebut merupakan hasil keputusan rapat Desa Adat Kedonganan bersama Pengelola Kawasan, Pengelola Cafe, Kelian Adat, Kepala Lingkungan, Bendesa Adat, Lurah, LPM, dan pihak terkait lainnya pada Sabtu (21/2), untuk menyikapi imbauan pemerintah terkait distansi sosial dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 7194 dan SE Bupati Badung Nomor 183, tentang pencegahan penyebaran Covid-19. Adapun usaha tersebut diantaranya, Cafe Ikan Bakar yang berjumlah 24 unit, Beach Club The Bangsal, Jasa Panggang Ikan, Pasar Desa, Bongkar Muat Ikan, Pasar Ikan, dan Pasar Sembako.

Bendesa Adat Kedonganan, Wayan Mertha dikonfirmasi Minggu (22/3) menerangkan, penutupan sementara operasional usaha tersebut mulai dilakukan dari tanggal 22 Maret 2020 hingga tanggal 31 Maret 2020. Pada intinya keputusan yang diambil tersebut telah dimengerti, bahkan disupport pihak terkait. Dimana keputusan tersebut akan dijadikan acuan dalam menutup operasional usaha terkait. Seluruh komponen masyarakat diharapkan agar bahu-membahu dan penuh keikhlasan melaksanakan hasil keputusan tersebut, demi keselamatan dan kesehatan bersama. Keputusan tersebut nantinya akan dituangkan dalam SK Bendesa Adat Kedonganan, yang segera disusulkan. Keputusan tersebut merupakan keputusan Resmi yang sifatnya mengikat, dan harus dilaksanakan sebaik-baiknya. “Nanti keputusan ini akan kita evaluasi dalam perjalanannya. Jika kondisi sudah baik, maka kami akan rapat kembali untuk diputuskan bersama kembali apa mau dibuka atau seperti apa. Jadi setiap usaha tidak boleh mengatur dirinya, sebab ini dibawah desa adat. Kalau dibuka maka buka bersama dan kalau ditutup juga harus ditutup bersama,”terangnya.

Khusus untuk pasar Desa, baik itu pasar ikan dan pasar sembako, penutupan tersebut akan dilakukan sejak tanggal 24 Maret. Minggu (22/3) kemarin, pasar tersebut ditutup terkait proses pemelastian di Kedonganan. Pasar desa akan kembali dibuka Senin (23/3), hanya untuk setengah hari. Hal itu hanya untuk mengakomodir kesiapan kebutuhan warga, dalam menyambut Hari Raya Nyepi Çaka 1942. Setelah itu pasar akan tutup sampai tanggal 31 Maret dan dievaluasi setelah itu. “Jumlah pedagang ikan di Kedonganan itu ada 100 loss,”sebutnya.

Disisi lain, kunjungan wisatawan ke 24 unit kafe di Kedonganan terus mengalami penurunan, pasca temuan 2 orang yang positif Covid-19 di Bali. Sebelum ditutup Sabtu kemarin, penurunan tingkat kunjungan wisatawan mencapai 80-90 persen. Jika dalam kondis normal, kunjungan wisatawan ke Kedonganan mencapai 2000 wisatawan perhari. Namun kini hanya sekitar 200 wisatawan yang datang dan itu tersebar di 24 kafe yang ada. “Jika dikalkulasi, hanya 8 orang yang berkunjung ke kafe setiap hari. Itupun tidak merata, ada yang kosong dan ada yang terisi sedikit,”bebernya.

Dalam kondisi force mayor seperti saat ini. Pihaknya mengajak semua pihak untuk gotong royong menangani hal tersebut dan bisa mengerti atas keputusan yang diambil. Sebab pada dasarnya keputusan tersebut diambil atas rasa kepedulian dan kepentingan yang lebih luas. Pihaknya berharap agar Covid-19 segera berlalu, sehingga kunjungan wisatawan alan kembali pulih. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.