Desa Adat Karangasem Gugat Lahan Pasar Amlapura

Bendesa Desa Adat Karangasem, I Wayan Bagiarta, diwawancarai saat datang ke Pengadilan Negeri Amlapura, Kamis (26/11).
404 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Desa Adat Karangasem menggugat Pemkab Karangasem atas penguasaan atau kepemilikan lahan dari gedung UKM Center, juga Pasar Amlapura Barat dan Timur. Sebab, tanah tempat gedung UKM Center itu dulunya merupakan tanah bekas setra (kuburan) Desa Adat Karangasem.

Bendesa Desa Adat Karangasem, I Wayan Bagiarta, datang ke Pengadilan Negeri Amlapura, Kamis, (26/11) bersama 35 penglingsir banjar di wilayah Desa Adat Karangasem serta pecalang Jagabaya. Mereka terlihat berbaris menunggu sidang di depan Pengadilan Negeri, di depan Lapangan Tanah Aron Amlapura.

Bagiarta menjelaskan, Desa Adat Karangasem mempunyai sertifikat hak pengelolaan tahun 2005. Desa kemudian mendaftar gugatan kembali pada tanggal 5 November 2020, dengan melayangkan sembilan item gugatan. “Sertifikatnya ada, baik Pasar Amlapura Timur dan Barat ada sertifikat hak pengelolaannya, tahun 2005 berdasarkan SK Kepala Kantor BPN Nomor 66,” ungkap Bagiarta.

Menurutnya, tak banyak yang dituntut, hanya berharap hak Desa Adat Karangasem dikembalikan. Dia juga menegaskan desa adat siap bekerja sama dalam menjalankan atau mengelola pasar itu. Sebelumnya, dia berujar, memang tidak ada kerjasama antara Pemkab dengan desa adat dalam pengelolaan pasar itu menyangkut retribusi, sebagaimana dijalankan di pasar lain di Karangasem. “Kami sama sekali tidak ada maksud untuk mengambil alih pasar, tapi hak atas tanah dan kerjasama pengelolaannya itu untuk kepentingan desa,” urainya memungkasi. 017

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.