Desa Adat Berharap PPKM Darurat Tak Berlanjut

Pembagian nasi bungkus gratis dari Desa Adat Tengkulung, Kuta Selatan, Badung, kepada warga yang membutuhkan di masa pandemi Covid-19.
398 Melihat

MANGUPURA, posbali.co.id – Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Bali diharapkan tidak sampai berlanjut setelah 20 Juli 2021. Pasalnya pembatasan kegiatan tersebut sangat berdampak pada ekonomi masyarakat yang makin terjepit kebutuhan ekonomi.

Bendesa Adat Tengkulung, I Gede Eka Surawan, mengatakan sebagai bagian daerah tujuan wisata, kondisi perekonomian masyarakat Desa Adat Tengkulung Kelurahan Tanjung benoa sangat terpukul dengan imbas pandemi Covid-19.  Pasalnya, 90 persen masyarakat di sana sangat bergantung di sektor pariwisata. Kondisi saat ini membuat sebagian besar masyarakatnya sudah setahun lebih menganggur dan ada yang memutuskan beralih profesi menjadi buruh, untuk menyambung hidup.

“Warga kami hampir 90 persen bergerak di sektor pariwisata, baik itu langsung maupun tak langsung. Mereka saat ini ada yang statusnya dirumahkan, PHK, banting setir menjadi kuli, bahkan ada yang sudah menjual mobilnya. Padahal ketika kondisi kembali normal, mereka akan kembali bingung karena mobil itu adalah sumber penghasilan mereka,” katanya, Kamis (15/7/2021).

Ia berharap agar PPKM Darurat di Bali tak diperpanjang. Sebab, dengan pengetatan semakin mengurangi ruang gerak masyarakat, yang berjuang mencari penghidupan. Ia menyadari, status PPKM Darurat juga bergantung pada perkembangan kasus Covid-19 di Bali. Jika perpanjangan status tersebut tidak bisa dielakkan, pihaknya berharap pemerintah juga bisa mengalokasikan logistik bagi masyarakat. Sebab, pandemi yang telah terjadi setahun lebih, ekonomi masyarakat terpuruk.

Seiring status masa PPKM Darurat di Bali, sejak tanggal 1 Juli lalu pihaknya melakukan aksi sosial berbagi nasi bungkus gratis. Hal itu dilakukan untuk meringankan beban masyarakat. Program tersebut tak ada kaitan dengan PPKM Darurat, karena sudah dirancang dari bulan Juni 2021. Karena kegiatan itu berbarengan dengan masa PPKM Darurat, tentunya sangat membantu masyarakat.

“Program itu sudah 15 kali kita laksanakan sejak tanggal 1 Juli kemarin. Setiap hari kita bagikan 350an nasi bungkus gratis kepada yang membutuhkan. Jadi siapapun yang membutuhkan kita persilahkan mengambil, tanpa memandang krama gegem (penduduk asli), pendatang dan agama,” kata Eka Surawan. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.