Dermaga Watununggul Kedonganan Perlukan Pos Khusus Pemeriksaan Covid-19

ist/ kondisi dermaga watununggul kedonganan tanpa pos pemeriksaan kesehatan
1,171 Melihat
Cegah Covid-19 Masuk Dari Jalur Tikus

MANGUPURA, POSBALI.co.id – Sebagai salah satu akses pintu masuk ke wilayah Bali, Dermaga Watununggul Desa Adat Kedonganan belum mendapatkan sentuhan pemeriksaan khusus terkait antisipasi penyebaran Covid-19 (virus Corona). Pasalnya dermaga yang berkaitan langsung dengan sektor perikanan laut di wilayah Bali itu, belum memiliki tempat pemeriksaan khusus Chovid-19, utamanya bagi nelayan yang datang dari luar pulau.  Hal tersebut mengundang keresahan masyarakat, sebab tidak ada yang bisa memastikan bahwa nelayan yang datang tersebut dalam kondisi terbebas dari virus Corona.

Menurut keterangan salah seorang warga Kedonganan I Putu Putra Jaya Wardana.SE.MT(MStR), pelabuhan Watununggul Kedonganan memang belum memiliki posko khusus pemeriksaan, dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. Padahal pelabuhan Kedonganan merupakan salah satu akses keluar masuk barang maupun orang dari pulau lain. Jika hal itu tidak diatensi dengan baik, tentunya upaya yang dilakukan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona bisa kecolongan. Sebab belum ada posko khusus proteksi wilayah disana, utamanya dalam mengatensi virus corona. “Selama ini belum ada penanganan khusus nelayan yang masuk. Belakangan ini saya temui ada beberapa nelayan yang tidur di emperan bangunan. Kalau mereka dalam kondisi sehat sih tidak kenapa, tapi kalau sakit bagaimana?. Kami harap hal semacam ini ada perhatian serius dari pemerintah,”terangnya.

I Putu Putra Jaya Wardana.SE.MT (MStR)
I Putu Putra Jaya Wardana.SE.MT (MStR)

Diakuinya selama ini memang belum ada temuan terkait adanya orang yang terindikasi terjangkit Corona di Kedonganan. Namun hal itu tidak bisa dianggap sepele, sebab pelabuhan Kedonganan semacam jalur tikus sebagai akses masuk keluarnya orang dari luar pulau. Karena itulah proteksi wilayah sangat diperlukan, hal itu sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali terkait pembatasan warga sementara yang masuk ke Bali, dalam upaya meminimalisir penyebaran Covid-19. Karena itulah pihaknya meminta Pemerintah, khususnya pemerintah Kabupaten Badung, untuk bisa membuatkan semacam posko pemeriksaan khusus dalam mengantisipasi masuknya virus Corona melalui pelabuhan Kedonganan. “Pemda perlu sigap dalam kontroling masyarakat yang datang, sebab itu merupakan bentuk kewaspadaan. Saya harap kedepan ada semacam wadah atau ruang, dalam pengecekanan khusus atau ruang sterilisasi. Jadi itu semacam rumah transit tempat pemeriksaan kesehatan,”harapnya.

Selain itu, pos penjagaan dari unsur keamanan baik TNI dan Polri juga diperlukan adanya. Sehingga warga yang datang dan pergi bukan hanya terfilter, namun juga terdata. Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan, maka ada semacam wajib lapor bagi nelayan terkait. Dengan demikian pendataan arus migrasi penduduk akan bisa optimal dan dilakukan secara berkala. Hal itu secara otomatis merupakan suatu jaminan dalam menjaga kenyamanan dan keamanan wilayah. “Kalau bisa saya harap pos ini bisa bekelanjutan. Tapi untuk sementara saya harap ada semacam pos khusus atensi Covid-19,”pungkasnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.