Demi Prestasi Sepakat Tak Dibagi, Para Ortu Atlet TI Badung Luruskan Pengelolaan Dana TC Porprov

Foto : Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba dana TC Porprov KONI Badung untuk para atlet taekwondo digugat, karena ada oknum meniai berpotensi kurupsi. Karena itu, para orang tua (ortu) atlet meluruskan berita miring itu kepada publik dalam pertemuan Sabtu (30/11).
Foto : Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba dana TC Porprov KONI Badung untuk para atlet taekwondo digugat, karena ada oknum meniai berpotensi kurupsi. Karena itu, para orang tua (ortu) atlet meluruskan berita miring itu kepada publik dalam pertemuan Sabtu (30/11).
542 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Made Mika Yadnya selaku ortu atlet atas nama Aditya menyebutkan, pengelolaan dana TC Porprov untuk TI (Taekwondo Indonesia) Badung sudah ada kesepakatan memang tidak dibagikan langsung kepada atlet yang nilainya sekitar Rp 100 juta lebih. Karena sebelum dikeloka, Ketua TI Badung Tjhin Johanes menawarkan dana itu dipakai TC di Jakarta selama tiga bulan.

Setelah berdiskusi akhirnya para orang tua atlet sepakat dana itu dipakai TC di Jakarta, karena beberapa pertimbangan, terutama dalam mewujudkan prestasi yang diharapkan. ”Para prang tua akhirnya sepakat dana itu dipakai TC di Jakarta. Apalagi ada banyak manfaat didapat terutama untuk memaksimalkan persiapan menghadapi Porprov. Seperti dapat pelatih berkelas nasional serta sparring partner atlet yang maksimal, termasuk transportasi akomodasi selama di Jakarta yang terjangkau tanpa harus merogoh kocek lagi. Kesepakatan orang tua saat itu juga dilengkapi surat pernyataan semua orang tua atlet,” terang Made Yadnya yang lebih akrab disapa Pak Adit.

Hasil dari TC di Jakarta memang sudah terbukti, dimana para atlet taekwondo Badung itu akhirnya mendominasi dan keluar sebagai juara umum Porprov XIV/2019 di Tabanan, termasuk juara umum dalam dua edisi Porprov sebelumnya dengan pola yang sama. ”Sejujurnya, pola yang diterapkan TI Badung sangat baik untuk kemajuan taekwondo Badung dan terbukti juara umum Porprov,” tegas Pak Adit seraya menyebut foto orang-orang mengklaim ortu atlet yang terpampang di sebuah media lokal edisi Rabu (17/11) lalu itu, tidak jelas. ”Karena  di foto itu hanya ada 2 ortu atlet, dan keduanya juga sudah neken surat pernyataan. Hal yang sangat aneh, kenapa sudah habis makan, baru tanya-tanya,” imbuhnya seraya berkelakar.

Made Yadnya bersama ortu atlet lainnya seperti Sang Made Widarta (orang tuan atlet atas nama Gede Tridarma Duta), Wayan Sudiana (ortu atlet atas nama Putu Desi), Made Mardika (ortu atlet atas nama Kadek Nanda) dan Ketut Nuada (ortu Kadek Hani Prakasih) menyayangkan statemen Leo Suprobo sebagai orang tua atlet yang ikut menandatangani surat pernyataan TC itu, malah ikut koar-koar. ”Padahal dia juga salah satu ofisial TI Badung, yang sudah tahu soal kesepakatan TC di Jakarta,” imbuh Sang Made Widarta. 

Di sisi lain, Ketua Pengkab TI Badung Thjin Jonases juga menunjukkan surat pernyataan TC di Jakarta (26 Juni sampai 8 September 2019) yang diteken semua orang tua atlet. ”Memang benar prosesnya seperti itu, artinya sebelum kami melaksanakan TC di jakarta, kami rembuk dulu dengan para orang tua atlet. Jadi TC di Jakarta, bukan semata-mata kemauan saya selaku ketua TI Badung,” tegas pria yang akrab disapa Jo itu. (ger)

Pertanyatakan Dana Pra-PON

DENPASAR – Selain mengklarifikasi soal pengelolaan dana TC Porprov Badung, para orang tua atlet taekwondo yang kebetulannya anaknya terpilih membela tim taekwondo Bali, juga mempertanyakan dana pra-PON KONI Bali untuk TI Bali. 

Sebagaimana diketahui, tim taekwondo Bali berangkat mengikuti pra-PON dengan biaya swadaya, karena dana pra-PON KONI Bali untuk TI Bali tidak jelas juntrungannya pasca Ketua Umum TI Bali sebelumnya AA. Lan Ananda dicopot PB TI. ”Menurut kabar yang kami dengar, dana itu katanya sudah dikembalikan ke KONI Bali,” kata Made Mardika, orang tuan atlet atas nama Kadek Nanda, pada termuan orang tua atlet, Sabtu (30/11).

Tapi saat dikonfirmasi Minggu (1/12), Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, mengaku belum tahu secara pasti. ”Mohon maaf, saya belum dapat konfirmasi tentang hal tersebut dari bendahara KONI Bali, nanti saya cek,” kata Suwandi via WA.

Bukan hanya itu, para orang tua atlet juga mempertanyakan pengembalian uang pendaftaran even TFC II yang batal digelar akhir november ini karena melanggar ketentuan. ”Kalau dari dojang saya, sebenyak 20 orang dengan rincian setiap atlet biaya pendaftarannya sebesar Rp 350 ribu,” imbuh Mardika. *

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.