Demer Bertemu Ketua Komite Penanganan Covid-19, Pariwisata Bali Dibuka 20 Juli

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih alias Demer
366 Melihat

DENPASAR, POS BALI- Sudah setahun lebih dunia dihantam Pandemi Covid-19. Dampaknya tak hanya di sektor kesehatan, tapi juga menerjang sektor ekonomi dan lainnya. Saat ini sedang gencar dilakukan vaksinasi secara massal untuk mengendalikan pandemi Covid-19 ini.

Provinsi Bali adalah salah satu daerah yang paling terpuruk akibat Pandemi Covid-19 ini. Pasalnya, perekonomian Bali sangat tergantung dari sektor pariwisata. Tidak ada wisatawan asing yang masuk ke Bali menyebabkan hotel kosong dan obyek wisata menjadi sepi.

Penutupan pariwisata Bali juga telah menyebabkan mati surinya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Karena itu Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menyambut baik rencana pemerintah untuk menggelontorkan dana stimulan sebesar 6 Triliun untuk pelaku UMKM di Bali.

Ia berharap penyaluran dana tersebut tepat sasaran. “Sehingga betul-betul dapat menggairahkan kembali perekonomian masyarakat Bali yang sangat tergantung dari sektor pariwisata,” kata Demer.

Anggota Fraksi Partai Golkar dari Dapil Bali ini mengatakan, dirinya baru-baru ini bertemu dengan Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Pariwisata Bali, ungkap Demer, akan dibuka kembali pada Juli tahun ini, tentunya saat pandemi sudah bisa dikendalikan.

“Seiring dengan proses vaksinasi Covid-19 yang telah memasuki tahap kedua, diharapkan Pandemi Covid-19 akan semakin terkendali. Oleh sebab itu, pariwisata Bali akan dibuka kembali pada 20 Juli 2021,” katanya.

Meskipun telah dilakukan vaksinasi secara massal, Ia berharap semua pihak tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak . Apalagi nanti setelah dibuka Pariwisata Bali pada 20 Juli 2021, protokol kesehatan tetap harus diperketat.

“Sebab faktor isu kesehatan dalam sektor pariwisata ini sangat sensitif. Misalnya ketika muncul satu kasus positif Covid-19 di suatu obyek wisata, maka akan lama proses pemulihannya agar wisatawan mau berkunjung kembali,” tegas Demer. 010

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.