Dapat Angin Segar Dari TPA Suwung, Evakuasi Sampah TPS Padang Seni Mulai Digenjot

Evakuasi tumpukan sampah di TPS Padang Seni Tuban
686 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Tumpukan sampah di Tempat Penitipan Sampah Sementara Padang Seni Tuban, belakangan ini mulai diangkut ke TPA Suwung. Hal tersebut kabarnya dilakukan, karena pihak pengelola TPA Suwung telah membuka seluas-luasnya ‘keran’ bagi Pemkab Badung, untuk membuang sampah ke tempat tersebut. Kendati demikian, proses pengangkutan sampah tersebut diperkirakan akan memakan waktu cukup lama. Pasalnya kondisi tumpukan sampah di padang Seni Kuta masih cukup tinggi, yaitu mencapai 8-9 meter. Sebab penitipan sampah tersebut sudah cukup lama dilakukan, yaitu dari tanggal 29 Nopember 2019.

Menurut keterangan salah seorang tokoh masyarakat Tuban, Agus Suyasa. Sampah tersebut mulai dievakuasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung secara bertahap sejak Rabu (4/3) lalu. Hingga saat ini, pihaknya memperkirakan sudah ada sekitar 80-90 truk sampah yang telah dievakuasi oleh petugas. “Perhari itu ada sekitar 15-30 truk sampah yang telah diangkut. Tapi sejak kemarin volume sampah yang diangkut mulai meningkat menjadi sekitar 30-38 truk,”ujarnya.

Atas upaya tersebut, pihaknya mengaku mengapresiasi langkah DLHK dalam mengurai kondisi tumpukan sampah tersebut. Apalagi volume sampah yang diangkut kini mulai ditingkatkan. Namun pihaknya berharap peningkatan volume angkut itu bisa terus diintensifkan, sehingga kondisi sampah bisa cepat terurai. Sebab lahan tersebut diakuinya merupakan lahan yang akan dibuat mejadi lokasi TPST3R kelurahan Tuban. Jika hal itu cukup lama diangkut, tentunya hal itu secara otomatis akan menghambat program Pemkab Badung terkait TPST3R di kelurahan Tuban. “Kalau diangkut dengan volume 15-30 truk perhari, itu bisa memerlukan waktu 2 tahun baru bisa habis dievakuasi. Kami harap volume angkut kedepan bisa terus ditingkatkan,”harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Badung, AA Gede Dalem tidak menampik bahwa sampah di TPS Padang Seni Tuban mulai dievakuasi bertahap ke TPA Suwung. Selain karena kondisi sampah di lokasi tersebut sudah overload, hal itu dikarenakan pihak TPA Suwung sudah memberikan kelonggaran volume pembuangan sampah dari kabupaten Badung. Dengan syarat, DLHK Badung diminta untuk ikut mengelola dengan baik TPA Suwung, baik melalui pengerahan alat maupun personil. Kendati diberikan kelonggaran, namun keran tersebut diakuinya bersifat buka tutup. Dalam artian pembuangan sampah tersebut menyesuaikan dengan kondisi, situasi dan atas seizin pengelola disana. “Jadi personil dan alat kita itu ada yang diperbantukan di TPA Suwung,”ujarnya.

Diakuinya volume sampah di TPS Padang Seni Tuban mencapai 3000 ton. Untuk mengurai kondisi sampah tersebut, pihaknya tentu memerlukan waktu yang keadannya menyesuaikan dengan TPA Suwung. Sejak mulai dievakuasi Rabu (4/3) lalu, perhari pihaknya mampu mengevakuasi sampah sebanyak 15-20 truk atau 30-40 ton perhati. Namun kondisi tersebut pernah meningkat menjadi 38 truk atau 76 ton, karena kondisi di TPA Suwung memungkinkan.

Jika perhari evakuasi sampah tersebut minimal bisa dilakukan 50 ton perhari, maka kondisi sampah tersebut diperkirakan bisa dievakuasi total selama 2 bulan lamanya. Dimana areal yang diprioritaskan dibersihkan adalah area yang akan dipergunakan sebagai lokasi TPST3R kelurahan Tuban. Sebab pembangunan TPST3R di kabupaten Badung rencananya akan dimulai 3 bulan kedepan. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.