Dampak Pandemi, Pendapatan MPRB Turun Drastis

Foto: Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB).
144 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Pandemi Covid-19 yang berlangsung satu setengah tahun lebih, menyebabkan Bali sebagai destinasi dunia mati suri. Tidak ada wisatawan yang datang. Dampaknya, objek-objek wisata yang ada sepi turis, sehingga pendapatan turun drastis.

Hal tersebut juga terjadi di objek wisata UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB). Salah satu unit penghasil yang ada di bawah Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ini sepi kunjungan. Monumen yang lebih dikenal dengan nama Bajra Sandhi ini, pendapatan yang disetorkan turun drastis.

“Di masa pandemi in, untuk objek wisata kami tetap buka. Tetapi kalau tempat olahraga kami tutup. Karena kalau wisatawan yang masuk ke MPRB prokesnya bisa kita pantau, sedangkan di luar itu kami tidak bisa mengawasinya,” kata Kepala UPTD MPRB, I Made Artana Yasa di Denpasar, Rabu (30/6).

Sementara terkait kunjungan wisatawan, Artana Yasa hanya bisa menghela napas. “Bisa dihitung dengan hitungan jari seberapa sih kunjungan wisatawan ke sini. Kendati demikian, pelayanan kami tidak berkurang,” ungkapnya.

Dia menuturkan, per hari hanya empat sampai lima wisatawan domestik saja yang datang. “Untuk pre wedding itu masih ada. Karena upacara manusia yadnya masih ada di Bali. Hanya saja jumlahnya yang turun, yakni kisaran tiga pasang calon pengantin per bulan,” tuturnya.

“Sesuai Perda pre wedding bagi masyarakat lokal masih Rp500 ribu, sedangkan wisatawan asing Rp1 juta,” imbuhnya.

Artana Yasa menambahkan, sebelum mewabahnya virus corona di Bali, pendapatan MPRB yang disetorkan ke kas daerah bisa mencapai Rp8 miliar per tahun. Namun begitu merebaknya virus bernama SarS-CoV-2 ini, tembus Rp1 miliar saja sangat sulit.

Dalam kesempatan itu, Artana Yasa juga mengungkapkan bahwa protokol kesehatan dijalankan dengan ketat di MPRB. Selain wajib cuci tangan, memakai masker, pengukuran suhu tubuh, pihaknya juga melakukan desinfeksi ke seluruh ruangan untuk membunuh virus corona ini.

“Mudah-mudahan dengan upaya ini, kami bisa terhindar dari paparan Covid-19,” harapnya.

Untuk diketahui, MPRB ini berdiri tegak di kawasan Civic Centre, Renon, Denpasar. Tepatnya di tengah-tengah Lapangan Puputan Margarana, Renon. Bangunan yang berbentuk genta itu menjadi tempat wisata favorit khususnya bagi wisatawan asal Tiongkok.

Karena menyerupai pagoda yang identik dengan bangunan yang ada di Negara Tirai Bambu ini. Dampaknya, banyak wisatawan Tiongkok yang mengunjungi tempat ini, bahkan menjadi tempat mereka mengambil foto maupun video pra nikah. alt

1 Comment

  1. Semoga kedepannya bisa kembali meningkat pengunjung ke bajra sandhi, dan semoga covid segera berakhir

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.