Dampak Corona, WNA Borong Masker di Bali untuk Diekspor

Foto: Petugas medis RSBM tampak menggunakan masker biasa.
818 Melihat

DENPASAR, POSBALI.co.id – Dampak dari virus corona, masker penutup mulut dikabarkan menjadi barang mahal di luar negeri. Bahkan harganya mencapai sepuluh kali lipat.

Dari informasi yang dihimpun, di Bali sendiri sekotak masker mulut isian 50 lembar yang dulu harganya hanya Rp30 ribu kini melonjak menjadi Rp280 ribu per kotak.

Sementara itu, WNA yang tinggal di Bali pun dikabarkan memanfaatkan momen ini. Mereka ramai-ramai memborong masker untuk diekpsor ke negara asalnya.

“Bos saya sudah dua kali membeli masker dengan total harga Rp280 juta. Banyaknya setengah mobil Suzuki AVP,” katanya seraya mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan, Sabtu (29/2).

Bosnya yang berasal dari Negara Jepang itu, kata dia, mengaku harga masker sangat mahal di negerinya.

Kendatipun demikian, masyarakat di Negeri Sakura ini rela mengantri untuk membeli masker agar bisa terhindar dari virus yang belum ada vaksinnya ini.

“Sudah dikirim ke Jepang hingga dua kali,” tuturnya seraya menambahkan, ekspor masker mulut juga dilakukan oleh WNA lain yang menetap dan berbisnis di Bali ini.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), dr. Bagus Darmayasa mengatakan, pemakaian masker merupakan salah satu upaya yang sangat efektif untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

Dalam dunia kesehatan, jelas dia, ada dua macam jenis masker yang umum di gunakan. Yakni masker biasa dan respirator N95.

“Masker biasa atau yang dikenal dengan nama masker bedah (surgical mask) yang sudah biasa digunakan masyarakat umum,” ujarnya.

Biasanya, kata dia, masker ini memiliki bagian luar berwarna hijau muda dan bagian dalamnya berwarna putih serta memiliki tali/karet untuk memudahkan terpasang ke bagian belakang kepala atau telinga.

Tetapi perlu diingat, masker ini tidak didesain untuk menyaring partikel dan mikroorganisme yang berukuran sangat kecil, termasuk virus influenza dan bakteri.

“Sedangkan masker untuk berinteraksi dengan orang sakit disebut N95 karena dapat menyaring hingga 95% dari keseluruhan partikel yang berada di udara,” imbuhnya.

Bentuk masker ini, jelas dia, biasanya setengah bulat dan berwarna putih, terbuat dari bahan solid dan tidak mudah rusak. Pemakaiannya juga harus benar-benar rapat, sehingga tidak ada celah bagi udara luar masuk.

“Masker ini biasanya dipergunakan oleh tenaga kesehatan di bagian infeksi dan menular,” tegasnya.

Hanya saja, lanjut dia, masker N95 ini memiliki kekurangan antara lain bagi yang tidak terbiasa menggunakan, mungkin akan merasa gerah dan sesak sehingga hanya bertahan beberapa jam saja memakainya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.