Covid-19 Melonjak di Banyuning dan Pancasari, Keluar-Masuk Harus Ada Izin

Rapat penanganan terkait lonjakan kasus Covid-19 di dua wilayah yakni Kelurahan Banyuning dan Desa Pancasari, Kabupaten Buleleng.
425 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng mengeluarkan surat pengawasan dan pengendalian aktivitas terhadap dua wilayah yakni di Dusun Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada; dan Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng. Dikeluarkannya surat pengawasan dan pengendalian aktivitas di dua wilayah tersebut, mengingat kasus penularan virus Corona yang cukup masif.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Putu Agus Suradnyana, mengatakan, sebelum surat itu dikeluarkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan perbekel untuk membatasi aktivitas kedinasan. Begitu juga dengan bendesa (pemimpin adat) terkait pembatasan aktivitas keagamaan dan kemasyarakatan. “Saya meminta persetujuan kepada anggota Satgas Covid-19, berkaitan surat dikeluarkan yang menyangkut pengendalian aktivitas masyarakat di Pancasari dan juga di Kelurahan Banyuning,” kata Suradnyana, Kamis (14/1/2021).

Untuk sementara waktu, kata Suradnyana, masyarakat diminta tidak melakukan persembahyangan dalam jumlah yang banyak. Tidak melaksanakan apel dalam jumlah banyak. Sedangkan, untuk pasar akan dikurangi jam bukanya. “Di sana kami lihat titik lemahnya. Restoran akan diatur jam bukanya dan jarak kursi serta mejanya juga diperhatikan,” ujar Bupati Buleleng ini.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng yang juga Sekda Buleleng, Gede Suyasa, menjelaskan, kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Banyuning dan Pancasari mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, digelar rapat untuk kedua wilayah tersebut agar dapat dikoordinasikan dengan baik atas panduan dari Satgas Kabupaten.

Berdasarkan pembahasan yang dilakukan, Satgas memutuskan untuk kedua wilayah tersebut dilaksanakan pengawasan dan pengendalian keluar masuk masyarakat secara ketat. Surat sudah disiapkan dan segera akan ditandatangani oleh Bupati. Setelah itu diharapkan agar keputusan ini dapat dipedomani.

“Setiap keluar masuk harus ada izin dari pengawasan Satgas dan di dusun. Apabila ada sektor bisnis, agar pukul 19.00 WITA ditutup. Ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan. Nantinya akan dikontrol langsung oleh Satpol PP, TNI, Polri, dan pecalang,” jelas Suyasa.

Terkait pengendalian aktivitas masyarakat di Kelurahan Banyuning yang juga menunjukkan penularan signifikan khususnya di salah satu areal perumahan yang terletak di Banyuning, Satgas akan melakukan hal yang sama berupa pengawasan dan pengendalian yang ketat. Suyasa menegaskan, ini bukanlah karantina dusun, melainkan pengawasan dan pengendalian aktivitas masyarakat lebih ketat, dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak.

Dengan dikeluarkan surat tersebut diharapkan mampu menekan penularan virus Corona yang lebih masif. “Kami berharap setelah surat ini dikeluarkan terjadi respons positif masyarakat dengan pengendalian aktivitas di malam hari, sampai tidak ada penularan. Artinya, semua masyarakat menyadari dusun dan wilayahnya ada penularan yang masif dan itu berbahaya,” pungkas Suyasa.

Di sisi lain, Satgas Penanganan Covid-19 juga telah melakukan pelacakan (tracing) dan juga rapid test antigen di dua wilayah itu. Di Dusun Buyan, ada 104 orang hasil pelacakan dan melakukan rapid test antigen, dan ditemukan 4 orang yang reaktif. Keempat orang itu selanjutnya melanjutkan tes swab dan keesokan hari bisa diterima hasilnya.

Sementara itu, di Banyuning, ada satu yang hasilnya reaktif dari sepuluh orang yang melakukan rapid test antigen. Sebelumnya di sana sudah ada sekitar 50 orang yang melakukan. Pelacakan akan terus berlanjut secara menyeluruh serta menunggu hasil swab pasien reaktif.

“Kalau nanti yang reaktif terbukti positif, tentu kontak eratnya akan ditelusuri lagi. Kami terus bekerja, sampai betul-betul meyakinkan dua wilayah ini habis penularan, agar masyarakat bisa melakukan kegiatan normal dengan memperhatikan batas-batas protokol kesehatan,” tandas Suyasa. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.