Corona Menggila, Tetap Ada Warga Abaikan Prokes

Tim Operasi Yustisi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan (prokes) melakukan penertiban di wilayah Kintamani, Rabu (13/1/2021).
38 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Tim Operasi Yustisi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan (prokes) melakukan penertiban di wilayah Kintamani, Rabu (13/1/2021). Operasi oleh 38 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Dinas Kesehatan dan pecalang menyasar Pasar Singamandawa di Desa Kintamani. Yang memprihatinkan, pada saat tren angka kasus positif Corona naik, tetap saja ada warga yang ditemukan abai terhadap prokes.

Saat operasi, beberapa kios dan pedagang yang sibuk berjualan dan berpotensi menimbulkan kerumunan, didatangi dan diimbau tentang pentingnya mematuhi prokes. Tujuannya agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan seminimal mungkin. Sampai selesai operasi berjalan, petugas mendapati 12 orang yang tidak memakai masker saat beraktivitas. Tiga orang diganjar hukuman fisik, lima orang dinsaksi sosial, dan empat orang ditegur saja untuk memberi efek jera.

Dandim 1626/Bangli, Letkol Inf. I Gde Putu Suwardana mengapresiasi kegiatan yustisi di Pasar Kintamani itu. “Pasar merupakan salah satu tempat yang berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid 19, karena dalam pasar terjadi interaksi antara pedagang dan pembeli dari berbagai daerah. Oleh sebab itu, agar tidak menimbulkan klaster, perlu diimbau tentang protokol Kesehatan,” ucapnya.

Selain menerapkan prokes, Dandim juga mengajak masyarakat tetap memelihara kesehatan dengan berolahraga, dan makan makanan bergizi agar kondisi tubuh sehat dan terhindar dari Covid 19. Karena angka kasus masih tinggi, dia mengimbau masyarakat untuk sementara tidak melaksanakan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan. “Kami dari Kodim Bangli juga akan selalu mendukung kegiatan ini dalam penegakan hukum protokol kesehatan,” tegasnya. 028

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.