Corona Buat Ketar-Ketir Pelaku Akomodasi Wisata

ist/proses mediasi antara pihak manajemen salah satu akomodasi wisata di Jimbaran dengan karyawan lokal setempat
272 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Imbas merebaknya virus corona, nampaknya sudah mulai membuat ketar-ketir pengusaha akomodasi wisata. Pasalnya salah satu akomodasi wisata di Jimbaran, diketahui berencana akan merumahkan sebagian besar karyawannya. Hal tersebut dipicu oleh lesunya kunjungan wisatawan, yang membuat pihak pengusaha mulai kelabakan dalam menanggung beban biaya operasional.

Bendesa adat Jimbaran, Made Budiarta dikonfirmasi Rabu (11/3) mengaku sudah mendengar permasalahan tersebut. Bahkan pihaknya bersama LPM telah mencoba melakukan mediasi hal itu, lantaran pihak karyawan yang merupakan karyawan lokal melaporkan hal itu kepada pihaknya. Hal itu disebabkan adanya rasa kekurangterimaan atas kebijakan pihak akomodasi yang dinilai mengintimidasi karyawan. “Tadi kita sudah pertemukan antara pihak manajemen dengan karyawan terkait, tujuan kami adalah mencari solusi bersama,”ujarnya.

Dipaparkannya, dari penuturan pihak manajemen menerangkan okupansi hunian akomodasi wisata tersebut hanya mencapai 20 persen saja pasca merebaknya virus Corona. Karena itulah pemasukan hotel menjadi berkurang, sementara biaya operasional menjadi membengkak. Pihak hotel diketahui sudah mencoba melakukan kebijakan dalam menyiasati hal tersebut, mulai dari langkah pengiritan, hingga salah satunya adalah rencana merumahkan para karyawan. Sayang, kebijakan tersebut diambil tanpa adanyanya pembicaraan terlebih dahulu dengan Serikat Pekerja (SP) yang ada di hotel bersangkutan. “Inilah yang membuat sebagian karyawan memprotes kebijakan manajemen. Jadi ada komunikasi yang kurang nyambung antara manajemen dengan SP. Padahal kebijakan itu harusnya berdasarkan kesepakatan,” ungkapnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya kemudian menyarankan agar kebijakan tersebut ditunda dahulu. Dimana kedua belah pihak diminta untuk bertemu kembali agar bisa mencari jalan terbaik atas permasalahan itu, tanpa menimbulkan gejolak di masyarakat. “Jadi kesimpulan tadi, kita kembalikan kepada manajemen dan SP. Agar mereka bisa berkoordinasi terlebih dahulu, guna menemukan jalan terbaik,”tegasnya.

Sementara Ketua LPM Jimbaran, Nyoman Mariana mengaku memaklumi terkait adanya strategi yang diterapkan pihak manajemen, dalam menghadapi kondisi lesunya wisatawan saat ini. Namun ia berharap kebijakan tersebut jangan sampai merugikan satu pihak, apalagi pada dasarnya karyawan merupakan salah satu asset yang berharga bagi perusahaan. Untuk itu pihaknya mengimbau agar pihak akomodasi senantiasa berkoordinasi dengan SP, dalam mengambil suatu kebijakan. Kedua belah pihak harus saling memahami kondisi satu sama lain, dalam menghadapi keadaan yang saat ini. “Hak dan kewajiban para karyawan, merupakan hal yang mesti diperhatikan sebelum mengambil kebijakan. Jangan sampai kondisi saat ini dijadikan sebuah kesempatan,”imbaunya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.