Cok Ace Apresiasi Kepedulian Perbankan pada Seniman

Foto: SENIMAN BANTUAN WAGUB Cok Ace menyaksikan penyerahan secara simbolis bantuan berupa paket sembako dari PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan Bank Mandiri Regional Bali Nusra kepada kalangan seniman yang diwakili oleh Maestro Patung Garuda, I Made Ada. Foto: ist
190 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh sektor perbankan kepada para seniman di tengah pandemi Covid-19. Apresiasi itu diutarakannya pada acara penyerahan secara simbolis bantuan berupa paket sembako dari PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan Bank Mandiri Regional Bali Nusra kepada kalangan seniman yang diwakili oleh Maestro Patung Garuda, I Made Ada, Kamis (23/7).
Pada acara yang berlangsung di ruang tamu Wagub itu, Dirut BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyerahkan secara simbolis bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 250 paket sembako. Sementara Kepala Wilayah Bank Mandiri Regional Bali Nusra, Herinaldi, menyalurkan 100 paket sembako. Penyerahan bantuan paket sembako secara simbolis juga disaksikan oleh Kepala BI Perwakilan Bali Trisno Nugroho.
Cok Ace menyampaikan, Pemprov Bali telah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pemetaan dan memenuhi kebutuhan kelompok terdampak Covid-19. Namun mengingat keterbatasan anggaran dan sumber daya, penglingsir Puri Ubud ini menyebut masih ada kelompok yang tercecer hingga belum tersentuh bantuan, termasuk di antaranya para seniman dan perajin.
‘’Oleh sebab itu, kami berkoordinasi dengan BI Perwakilan Bali agar mendorong sektor perbankan agar menyisihkan dana CSR untuk membantu para seniman dan perajin yang menghadapi situasi prihatin. Ke depannya, saya berharap lebih banyak lagi sektor perbankan yang menunjukkan kepedulian di tengah pandemi Covid-19,’’ ujar Cok Ace.
Sementara itu, seniman ukir I Made Ada, menyampaikan terima kasih kepada jajaran BPD Bali dan Bank Mandiri yang telah menunjukkan kepedulian kepada para seniman. Made Ada menuturkan, seniman seperti dirinya sangat merasakan dampak Covid-19.
Sebagai seorang seniman, ia mengaku ingin tetap berkarya di tengah pandemi. Namun karena terkendala pemasaran, hasil karyanya hanya ditumpuk di rumah.
“Karena barang tak laku, otomatis tak ada pemasukan untuk membeli bahan baku. Itulah situasi yang dihadapi para seniman seperti kami,’’ ujar pria asal Banjar Pakudui, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar ini.
Seniman yang hasil karyanya telah memperoleh pengakuan dunia ini berharap, pemerintah atau lembaga lain memberi perhatian dengan membeli produk yang dihasilkan para seniman. ‘’Tolong beli hasil karya kami, sehingga kami bisa tetap berkarya,’’ ujar pria yang punya nama lengkap I Made Ada Astawa ini.
Ia berharap, bantuan dari perbankan atau sektor lain bisa diberikan secara berkesinambungan di masa pandemi. 019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.