Cegah Pesisir Utara Tanjung Benoa Amblas, Seawall Jadi Kebutuhan 

kondisi pesisir utara Tanjung Benoa
351 Melihat
MANGUPURA, POSBALI.co.id – Masyarakat Tanjung Benoa meminta Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintah Pusat, untuk membangun dinding laut (Seawall) di pesisir utara pantai Tanjung Benoa. Seawall tersebut berfungsi sebagai pelindung atau penahan daerah daratan, terhadap kekuatan gelombang yang mulai mengikis kondisi daratan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlarut, ditakutkan kawasan pesisir utara Tanjung Benoa akan menghilang terkikis air laut.

Bendesa Adat Tanjung Benoa, Made Wijaya dikonfirmasi Minggu (24/2) menerangkan kondisi pesisir utara Tanjung Benoa saat ini sudah mengalami kemiringan, hal itu bisa diamati dari kondisi jembatan yang dibantu Pemda. Hal tersebut tidak terlepas dari faktor perubahan iklim dan perubahan arus sebagai dampak pengerukan dan pendalaman di alur pelabuhan Benoa yang rutin dilakukan oleh Pilindo. Karena Pelindo merupakan perusahaan milik negara, maka menjadi kewajiban dari pemprov dan pemerintah pusat, untuk ikut memperhatikan dampak yang ditimbulkan atas aktifitas tersebut. “Pendalaman alur yang terjadi di alur pesisir pantai utara, ditakutkan membuat amblas pesisir utara Tanjung Benoa. Sebelum itu terjadi, diperlukan antisipasi wilayah yang terkena dampak melalui seawall ini,”ujar pria yang akrab disapa Yonda.

Langkah antisipasi tersebut dinilainya sangat perlu dilakukan, jangan sampai setelah kejadian baru dilakukan penanganan. Sebab hal itu sangat riskan terhadap keberadaan beberapa bangunan yang berada di kawasan tersebut, seperti bangunan koperasi, tempat suci pura taman sari dan pura dalem kahyangan, konco dan masjid. Selain itu ada pula balai banjar Tengah dan Banjar Purwa Santih. “Pesisir utara Tanjung Benoa ini tumpuannya pasir, bukan dari batu cadas yang kuat. Jadi inibperlu dilindungi adanya. Jangan sampai terjadi amblas karena getaran kapal pesiar yang besar,”paparnya.

Pihaknya mengaku akan melayangkan usulan pembuatan seawall tersebut kepada pemerintah pusat dan propinsi, atas tanggungjawab pendalaman alur yang dilakukan Pelindo. Nantinya seawall tersebut diharapkan bisa didesain dan ditata dengan baik, dengan memperhatikan estetika wilayah Tanjung Benoa yang notabene kawasan pariwisata. “Panjang sewall kami harap minimal 800 meter dari titik koperasi hingga pura taman sari,”imbuhnya.

Sebelumnya Wabup Ketut Suiasa sempat menyampaikan bahwa pengamanan pantai di pesisir utara Tanjung Benoa menjadi atensi pihaknya, jangan kawasan tersebut sampai tergerus dan membuat menghilang kedepannya. “Kami akan mencoba melihat kewenangannya. Kalau tidak bisa dikerjakan Badung, maka kita dorong ke propinsi. Kalau perlu atensi ke atas maka kita akan dorong ke pusat,”ujarnya. 023

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.