Cegah Penyebaran Covid-19, Masyarakat Lakukan Penyemprotan Disinfektan Secara Mandiri

Foto: Rektor IKIP, Made Suarta saat menyemprot disinfektan di areal rumahnya.
387 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan kebijakan social distancing untuk mencegah dan memutus penyebaran corona virus desease (Covid-19).

Salah satu kebijakan itu adalah melarang masyarakat untuk tidak keluar rumah, kecuali mendesak dan sangat diperlukan.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Yakni, makan makanan bergizi, menjaga kebersihan dengan menyemprotkan disinfektan dan menyediakan antiseptic berupa hand sanitizer. Rupanya, anjuran pemerintah untuk PHBS inipun telah dijalankan oleh masyarakat.

Dari informasi yang dikumpulkan pada Selasa (24/3/2020), bebarapa masyarakat sudah mulai menyemprotkan disinfektan secara mandiri di rumahnya masing masing.

Dengan peralatan penyemprotan, mereka menyemprot seluruh areal rumah. Mulai dari pintu masuk, pekarangan, dapur, kamar tidur, kamar mandi serta ruangan lainnya tak luput dari semprotan pembunuh virus ini.

Seperti yang dilakukan oleh tokoh pendidikan yang juga Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. Made Suarta, SH., M.Hum., yang juga menyemprotkan disinfektan di rumahnya.

Rektor yang juga seorang seniman arja ini, tampak ditemani putranya melakukan penyemprotan. Mereka pun giliran menyemprot ke seluruh areal rumah.

“Ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk mencegah penyebaran virus ini,” ungkapnya.

Selain penyemprotan disinfektan, kata dia, dirinya juga menyediakan hand sanitizer untuk menjaga higienitas anggota keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, rektor juga menambakan bahwa di kampusnya juga sudah disemprotkan disinfektan.

“Mari kita mulai dari sendiri dan ikuti seluruh anjuran pemerintah. Dengan demikian maka keluarga kita aman dan ikut menyelamatkan warga yang lainnya,” pungkasnya.

Foto: YouTuber, Gung Edi tampak menyemprotkan disinfektan.

Sementara itu, salah seorang YouTuber dari Ngeremon Channel, Gung Edi juga tampak menyemprotkan disinfektan ke seluruh areal rumahnya.

“Saya beli disinfektan Rp85 ribu di dagang tanaman berikut alat semprot Rp125 ribu,” sebutnya saat dihubungi melalui sambungan telpon.

Dikatannya, seluruh areal rumah tak luput dari semprotan. “Corona ini kan bahaya, makanya saya semprot pagi sore seperti orang mandi,” ungkapnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.