Cegah Penyebaran Covid-19, Lapangan Renon Ditutup

Anggota Satpol PP Bali menutup Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar
391 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Beberapa hari belakangan ini, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 melonjak drastis. Untuk mencegah penyebaran Covid-19, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali akhirnya menutup Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, Senin (21/6) malam.

Tempat yang kerap dijadikan lokasi olahraga itu, ditutup oleh petugas dengan menggunakan garis pembatas dan juga bambu untuk mencegah aktivitas masyarakat.

Dari informasi yang dikumpulkan, penutupan tersebut hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Lapangan itu, juga bakal dijaga satpam untuk mencegah masyarakat masuk ke areal lapangan.

Sedangkan anggota Satpol PP bakal melakukan patroli untuk mengawasi lapangan tersebut.

Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, ditutup dengan garis pembatas

Dari data Satgas Covid-19 Provinsi Bali, perkembangan penanggulangan Covid-19, per Senin 21 Juni 2021 ini, kembali terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 91 orang.

Terdiri dari 71 orang melalui transmisi lokal dan 20 Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).

Kabar baiknya, sembuh bertambah sebanyak 60 orang, sedangkan pasien meninggal dunia bertambah satu jiwa.

Dengan adanya tambahan tersebut, maka jumlah kumulatif untuk terkonfirmasi positif menjadi 48.436 orang.

Sembuh 46.166 orang (95,31%), dan meninggal dunia 1.536 orang (3,17%). Sedangkan kasus aktif menjadi 734 orang (1,52%).

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra saat ditemui seusai penanaman pohon di Pantai Tangtu, Denpasar pada Senin pagi mengatakan, menyikapi kasus Covid-19 yang kembali naik pihaknya melakukan pengetatan.

Termasuk juga melakukan pemantauan di pintu kedatangan Bali di Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Gilimanuk.

“Meningkatkan upaya pencegahan itu pasti. Kami bersama dengan dinas kesehatan berupaya membaca data dengan baik, yang positif ini datangnya dari mana, dari elemen apa yang menyumbang, Bandara di cek kembali,” ungkapnya.

Dia meminta, pemeriksaan di pintu-pintu masuk Bali diperketat lagi untuk mengendalikan potensi sebaran virus corona.

Di lain hal, Dewa Indra juga menekankan agar masyarakat yang berada di Bali tetap menjaga disiplin protokol kesehatan.

Dewa Indra menyatakan, sekalipun vaksinasi di Bali telah mengcover lebih dari 2 juta penduduk, namun ancaman paparan Covid-19 masih bisa terjadi.

“Tetapi di dalam masyarakat juga harus disiplin, sekalipun sudah vaksin tetap harus taat prokes,” lanjutnya.

Saat ini, upaya vaksinasi di Bali tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan saja. Tapi secara masih upaya herd immunity di Bali menyasar ke banjar dan desa.

Dewa Indra mengatakan, semakin banyak penduduk yang menerima vaksin, akan semakin mempercepat terbentuknya imunitas kelompok.

“Sekalipun orang itu terinfeksi Covid-19 tapi sudah divaksin, maka dia tidak akan sakit, karena tubuh sudah bisa melawan, itu yang kita lakukan,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.