Cegah Klaster Keluarga, OTG Dilarang Isolasi Mandiri di Rumah

Nyoman Sutjidra
479 Melihat

BULELENG, posbali.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng melarang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tergolong orang tanpa gejala (OTG) untuk melakukan isolasi mandiri. Pasalnya, isolasi mandiri yang dilakukan pasien positif Covid-19 di rumahnya sangat berisiko menimbulkan klaster baru di lingkup keluarga.

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Nyoman Sutjidra, mengatakan, saat ini keterisian kamar isolasi rumah sakit di Buleleng bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 sangat tinggi. Untuk itu, Satgas Covid-19 Buleleng meminta pasien positif melakukan isolasi di hotel sesuai anjuran Pemkab Buleleng. “Tidak boleh lagi isolasi di rumah karena isolasi mandiri sangat birisiko,” kata Sutjidra, Senin (18/1/2021).

Selain berisiko bagi lingkungan sekitar, isolasi mandiri bagi pasien terkonfirmasi sangat memerlukan kedisiplinan diri yang tinggi. Meski pasien punya fasilitas yang cukup memadai untuk melakukan isolasi mandiri, dikhawatirkan terjadi kontak dengan keluarga ataupun lingkungannya sekitar.

Dia mencontohkan, kondisi ini seperti terjadi di wilayah Kelurahan Banyuning, Buleleng; dan Dusun Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. “Pasien terkonfirmasi harus melakukan isolasi di hotel yang disediakan Pemprov Bali. Dan untuk Kecamatan Buleleng dan juga Kecamatan Sukasada akan diatensi penuh,” tegas Sutjidra.

Diakui Sutjidra, penambahan kasus terkonfirmasi di Buleleng saat ini paling banyak disebabkan oleh klaster keluarga. Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng telah melakukan penjemputan bagi pasien yang masih melakukan isolasi mandiri. Ini dilakukan untuk menghentikan ada peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi melalui klaster tersebut.

“Dari dua hari yang lalu sudah dijemput, baik yang di Banyuning maupun yang di Pancasari. Tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk menolak (menjalani isolasi di hotel) karena ini sudah keputusan dari Satgas,” pungkas Sutjidra yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Buleleng.

Sementara itu, perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng saat ini menunjukkan kabar yang baik. Pasalnya, pada Senin (18/1/2021) tidak ada kasus terkonfirmasi baru dan 4 orang pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh, berasal dari Kecamatan Gerokgak ada 2 orang, Kecamatan Tejakula sebanyak 1 orang, Kecamatan Sawan terdapat 1 orang.

Pasien terkonfirmasi positif yang masih dalam perawatan sebanyak 48 orang. Rinciannya di RSUD Buleleng 32 orang, RS Bali Med 8 orang, RS Karya Dharma Usada 18 orang, RS Kerta Usada 10 orang, RS Tanguwisia ada 2 orang, RS Bali Mandara 1 orang, RSUP Sanglah 1 orang, hotel Vasini 11 orang, dan isolasi mandiri 3 orang.

Secara kumulatif kasus konfirmasi di Buleleng sebanyak 1.475 orang, dengan rincian dinyatakan sembuh sebanyak 1.315 orang, pasien positif yang meninggal 74 orang. Sedangkan kasus suspek kumulatif di Buleleng sebanyak 1.837 orang, dengan rincian suspek konfirmasi 700 orang, discarded 1.038 orang, suspek yang masih dipantau 41 orang dan probable 58 orang. 018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.