Cabor Criket Badung dapat Perhatian Dunia, Manajer Pengembangan Criket Asia Timur-Pacifik Ketemu KONI Badung

340 Melihat


MENGUPURA. posbali.co.id
– Perkembangan Cabang Olahraga (cabor) Criket di Badung (Bali) rupanya mendapat perhatian organisasi Criket dunia. Buktinya, Manajer Pengembangan Criket Asia Timur-Pacifik Jane Livesey, Kamis(4/7) kemarin bertemu Ketum KONI Badung Made Nariana, di Kantornya melakukan audensi membicarakan mengenai perkembangan cabor itu di Badung, dan Bali umumnya.


Hal serupa juga dilakukan ke daerah lain, seperti Samarinda, Jakarta dan Bandung. Bali dipilih mengunjungi Badung, sebab ia melihat perkembangan cabor Criket di daerah keris itu memiliki kemajuan setelah diperkenalkan sejak tahun 2005.
Made Nariana didampingi Sekum Persatuan Criket Indonesia (PCI) Badung Ketut Karyana, sementara Jane Livesey didampingi Manajer Umum PCI Pusat Fiermansyah Afie.


Ketum KONI Badung itu menjelaskan, bahwa Criket Badung mendapat pembinaan yang memadai dari induknya KONI bersama pemilik kepentingan yang lain, seperti pengurus, orangtua, masyarakat dan pemerintah.


Jane Levesey menanyakan beberapa hal kepada tuan rumah, seperti persoala apa yang dihadapi dalam mengembangkan cabor Criket di Bali (Badung), sejak kapan Criket dikenal, dan apa upaya yang dilakukan dalam memajukan cabor itu sehingga kelak sama dengan sepakbola dapat terkenal di masyarakat?


Nariana mengatakan, ada tiga pesoalan pokok yang perlu dibenahi sehingga cabor Criket makin memasyarakat. Pertama; lapangan yang memadai, kedua standar pelatih yang lebih baik, dan ketiga; sosialisasi cabor itu kepada masyarakat.


Ia mengusulkan organisasi dunia Criket hendaknya mendidik pelatih tingkat dunia di Indonesia, khususnya Bali. Ia minta, suatu saat pertandingan Criket dunia dipimpin wasit atau juri dari Bali dengan sertifikat dunia. Organisasi Criket dunia harus membantu meningkatkan SDM pelatih dan wasit juri ke negara lain yang Criketnya semakin berkembang.


Selain itu cabor Criket perlu disosialisasikan sejak dini dari sekolah-sekolah, dan terus menerus dipertandingkan di semua tingkatan kejuaraan. Memang diperlukan waktu panjang, tetapi kalau sudah digemari masyarakat, Criket akan dengan mudah mendapatkan sponsor dari kalangan pengusaha sama dengan sepakbola profesional di Indonesia.


“Cabang apa pun, termasuk Criket kalau sudah memiliki prestasi untuk Bali khususnya Badung, akan diberikan perhatian pembinaan lebih banyak. Sekarang Criket Badung masih termasuk grade kedua dalam pembinaan dari semua cabor yang ada,” kata Nariana.


Jane memahami persoalan perkembangan Criket di Indonesia, dan dia akan mencari jalan keluar untuk itu sebab tugasnya memang di bidang pembangunan/pengembangan olahraga yang terkenal di mancanegara.


Dalam kesempatan tersebut Nariana menawarkan supuya di Bali diadakan Kejuaraan Criket Dunia untuk menunjang “sport tourism” yang kini sedang digalakkan Bupati Badung Giri Prasta.
“Silakan lakukan di Bali, kami yakin pemerintah akan memberikan dukungan,” kata Ketum KONI Badung itu kepada Jane Livesey. 021

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.