Bupati Tekankan Pentingnya Prokes dan 3M, Saat Hadiri Karya Memukur di Desa Adat Kekeran  

Bupati Giri Prasta menghadiri karya pitra yadnya (memukur) dan manusa yadnya (metatah, mepetik) krama Desa Adat Kekeran, Kecamatan Mengwi, Minggu (5/9).
Bupati Giri Prasta menghadiri karya pitra yadnya (memukur) dan manusa yadnya (metatah, mepetik) krama Desa Adat Kekeran, Kecamatan Mengwi, Minggu (5/9).
225 Melihat

MANGUPURA, POS BALI Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta juga menekankan pentingnya protokol kesehatan dengan melaksanakan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) guna mencegah penyebaran pandemi virus covid-19.

“Kami selaku pemerintah telah berupaya maksimal dalam menekan penyebaran virus ini, mulai dari sosialisasi, edukasi prokes, vaksinasi, menyiapkan isolasi terpusat hingga melakukan 3 T (tracing, testing dan treatment),” kata Giri Prasta di sela sela menhadiri  menghadiri karya pitra yadnya (memukur) dan manusa yadnya (metatah, mepetik) – kelanjutan upacara setelah Ngaben yang dilaksanakan krama Desa Adat Kekeran, Kecamatan Mengwi, Minggu (5/9).

Bupati berkesempatan mengikuti prosesi ngajum sekah dengan merangkai daun beringin bersama Ida Pedanda Griya Timbul, Mengwi. Guna mendukung karya tersebut, Bupati menyerahkan dana punia sebesar Rp. 150 juta.

Hadir mendampingi Bupati, Anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, Anggota DPRD Badung I Nyoman Satria, Komang Triani, I Wayan Edi Sanjaya dan Ni Luh Putu Rara Hita Sukma Dewi, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Bendesa Adat Kekeran I Wayan Sukandia, Perbekel Kekeran I Nyoman Suarta, serta Tokoh Masyarakat setempat.

Sementara itu Bendesa Adat Kekeran I Wayan Sukandia menyampaikan terima kasih atas kehadiran serta dukungan Bupati Badung beserta DPRD Provinsi Bali dan DPRD Badung, sehingga karya ini dapat berjalan dengan baik dengan tetap dengan disiplin mengikuti protokol kesehatan pencegahan covid-19 sesuai himbauan pemerintah. “Setiap krama yang masuk ke lokasi upacara diwajibkan mencuci tangan, mengukur suhu tubuh. Dan selama kegiatan tidak boleh membuka masker serta menjaga jarak dan tak boleh berkerumun,”kata Wayan Sukandia.

Dijelaskan, karya ini sudah menjadi program desa adat, yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali atau bila jumlah sawa lebih dari 50 dapat melaksanakan karya atma wedana. Dilaporkan pula, karya atma wedana/memukur massal kali ini diikuti sebanyak 67 sawa, mesangih 26 peserta dan mepetik 61 peserta serta ngeraja singa, ngeraja swala dan ngelungah. Puncak karya dilaksanakan pada tilem sasih katiga, Senin (6/9), dilanjutkan meajar-ajar lan ngelinggihang pada Selasa (7/9). 023/003

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.