Bupati Suwirta Kumpulkan Petani Garam, Bentuk Keseriusan Wujudkan “Uyah Kusamba Gema Santi”

Foto : PETANI GARAM PETANI garam Kusamba melakukan pertemuan dengan Bupati Suwirta di Kantor Perbekel Kusamba, Kamis (2/7). Foto: baw
502 Melihat

KLUNGKUNG, posbali.co.id – Komitmen Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, untuk mewujudkan garam tradisional Kusamba mampu bersaing di pasaran tidak pernah surut, garam beryodium dengan label “Uyah Kusamba Gema Santi” yang diproduksi dan dipasarkan melalui Koperasi Lembaga Ekonomi Produktif Pesisir Mina Segara Dana. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, melakukan pertemuan dengan petani garam bertempat di Kantor Perbekel Kusamba, Kamis (2/7).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, I Wayan Durma, menyatakan, tercatat sebanyak 17 petani garam mengikuti pertemuan tersebut. Pertemuan yang dilakukan dengan para petani garam ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai harga jual dari garam beryodium Kusamba yang akan dipasarkan ke pasar, toko, dan supermarket.
I Wayan Durma melaporkan, bahwa seorang petani garam pada musim kemarau dapat menghasilkan 15 kilogram per hari, sedangkan pada musim hujan para petani garam belum tentu mendapatkan hasil produksi yang sama dengan pada saat musim kemarau.
Bupati Suwirta, menyampaikan, bahwa tujuan dari diluncurkannya garam beryodium berlabel “Uyah Kusamba Gema Santi” adalah bukan mengenai berapa jumlah garam yang dapat dijual oleh koperasi, melainkan untuk petani garam yang harus bangkit dan dapat merasakan keuntungan dari apa yang sudah dikerjakan. Bupati asal Ceningan ini juga berkeinginan ke depan untuk mengkolaborasikan antara teknologi produksi garam dengan pariwisata. ‘’Saya tidak ingin petani garam bekerja berat tetapi tidak mendapatkan hasil,’’ ujar Suwirta.
Suwirta menyampaikan pemerintah tidak hanya membantu pemasaran garam beryodium saja tetapi juga akan membantu dalam produksi garam beryodium juga. ‘’Garam kusamba dapat menjadi tuan di rumah sendiri dan kebanggaan masyarakat Klungkung,’’ harap Suwirta.
Suwirta memiliki keinginan untuk melibatkan generasi muda dalam proses pembuatan sampai pemasarannya, sehingga garam beryodium Kusamba bisa tetap ada di masa yang akan datang. Terkait pemasaran, Suwirta akan berdayakan koperasi dan bumdes sebagai langkah awal pemasaran garam Kusamba setelah diluncurkan.
Suwirta menugaskan instansi terkait untuk mempersiapkan packaging-nya, agar setelah luncurkan garam beryodium dapat segera dipasarkan. Ketua kelompok Tani Sarining Segara, Mangku Rena, menyambut baik niat Bupati Suwirta memberdayakan generasi muda yang nantinya dapat menjadi penerus dalam hal produksi dan pemasaran garam beryodium Kusamba.
‘’Saya akan membantu menumbuhkan minat generasi muda dalam hal memproduksi dan memasarkan garam Kusamba,’’ ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Pamkab Klungkung sepakat dengan petani garam mengenai pembelian bahan baku garam dengan harga Rp10.000. Kemudian akan dijual di pasar dengan harga Rp5.000 per 250 gram.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung, Wayan Ardiasa; Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung, I Gede Kusumajaya; dan Manajer Koperasi Lembaga Ekonomi Produktif Pesisir Mina Segara Dana, I Gusti Nyoman Sadi Ari Putra. 022

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.