Bupati Karangasem Instruksi Prioritaskan Pencairan Insentif Nakes

Bupati Karangasem, I Gede Dana, menginstruksi jajarannya memprioritaskan pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes) khusus yang menangani Covid-19 di Kabupaten Karangasem.
437 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Insentif tenaga kesehatan (nakes) khusus yang menangani Covid-19 di Kabupaten Karangasem senilai Rp1,7 miliar belum seluruhnya dicairkan. Salah satu kendalanya adalah anggaran yang sudah tersedia itu baru dimohon sebagian. Agar spirit kerja nakes yang mengurus wabah global itu tidak terusik, Bupati Karangasem, I Gede Dana, menginstruksi jajarannya memprioritaskan pencairan insentif tersebut, Selasa (27/7/2021).

Selain insentif nakes yang menangani pasien Covid-19, instruksi serupa juga ditujukan untuk insentif para tenaga vaksinator senilai Rp9 miliar. Di samping demi memenuhi apa yang menjadi hak mereka, insentif nakes juga sangat dibutuhkan untuk menjaga semangat dalam pelayanan kesehatan. Sebab, para nakes sangat rentan terpapar Covid-19 dari pasien yang ditangani. Data menunjukkan, sejauh ini ada 94 nakes terpapar Covid-19, belum lagi tenaga penunjang, sehingga jumlah total 108 nakes tenaga kesehatan yang terpapar Corona.

“Saya minta jajaran terkait segera mencairkan insentif nakes dan vaksinator di masing-masing perangkat daerah serta unit-unit perangkat daerah. Tanyakan kendala pencairan sekaligus mencari solusi percepatan pencairan insentif nakes, termasuk tenaga vaksinator dengan Kepala Dinas Kesehatan,” serunya didampingi Sekda Sedana Merta usai rapat dengan Organisasi Profesi Bidang Kesehatan yang diketuai Kadis Kesehatan Karangasem, membahas penanganan Covid-19 di Karangasem.

Pencairan insentif tersebut, terangnya, merupakan hal yang patut segera dilakukan. Kata dia, insentif nakes juga dapat bermanfaat dalam upaya meningkatkan optimisme dan semangat nakes yang bekerja. Mengingat pandemi sudah berjalan hampir dua tahun, pelayanan kesehatan bagi nakes dan rumah sakit harus mendapat apresiasi dengan mempercepat pencairan insentif, bukan justru terlambat.

Lebih jauh diuraikan, nakes di Karangasem sangat minim, apalagi sekarang difokuskan ke penanganan Covid-19. Dia pribadi sangat mengapresiasi para nakes yang memiliki kesabaran tinggi dan tidak panik dalam menangani kondisi seperti ini. “Terkait insentif, saya juga prihatin insentif belum bisa didapatkan karena belum bisa dicairkan. Saya juga tahu tenaga kesehatan ini sudah bekerja keras, tapi tanpa anggaran juga tidak akan bisa maksimal,” beber mantan Ketua DPRD Karangasem tersebut.

Untuk insentif vaksinator yang dianggarkan Rp9 miliar, jelasnya, baru dimohon Rp300 juta. Dia minta unit yang belum mengajukan permohonan supaya secepatnya mengajukan. Jika dana itu tidak direalisasi, dia selaku Bupati juga akan bermasalah.

“Saya mohonkan anggaran yang 9 miliar agar terserap secara terarah. Kami paham untuk tenaga sangat kurang sekali, saya mohon maaf kepada para perawat dan tenaga kesehatan, saya tidak izinkan pindah keluar dari Karangasem. Terkait tugas belajar keluar kami juga tidak izinkan dulu,” terangnya.

Kadiskes Karangasem, Gusti Bagus Putra Pertama, melaporkan, sumber tenaga kesehatan ada 1.612 orang yang tersebar di seluruh faskes dan tenaga penunjang lainnya. Total jumlah sebanyak 2400-an anggota. Dalam penanganan Covid ini, dia menyebut mengerahkan seluruh organisasi profesi.

“Kami memberdayakan semaksimal mungkin tenaga kesehatan untuk menunjang penanganan kasus Covid-19 di wilayahnya. Melihat kondisi sekarang, ini barangkali menyebabkan volume pekerjaan menjadi naik, karena kita juga membuka puskesmas sampai 24 jam,” ungkapnya.

Dari sisi penganggaran, katanya, sudah dianggarkan di masing-masing perangkat daerah dan di unit-unit perangkat daerah. Insentif senilai Rp1,7 miliar untuk nakes Covid-19, insentif vaksinator senilai Rp9 miliar, dan Rp3 miliar untuk kegiatan tracing (pelacakan) dan testing. 017

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.