Bupati Gianyar Minta Perbekel Pintar Kelola BHP

Bupati Gianyar, Made Mahayastra.
122 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Per triwulan pertama 2021, 64 desa di Kabupaten Gianyar belum mendapat dana Bagi Hasil Pajak (BHP) dari Pemkab Gianyar. Terkait hal tersebut, Bupati Gianyar, Made Mahayastra, memastikan BHP akan cair pada akhir triwulan kedua.

Nilai BHP yang diterima desa di Gianyar sebelum pandemi Covid-19 cukup besar. Dengan dana tersebut, desa mampu memperbaiki jalan-jalan desa yang rusak parah, perbaikan saluran irigasi pertanian, hingga membeli kendaraan mobil Xpander. Selain itu, ada pula yang memanfaatkan dana tersebut untuk merekrut tenaga kebersihan desa, dan sebagainya. Besarnya manfaat BHP ini menyebabkan kepala desa sangat menantikan dana tersebut untuk membangun desanya.

Bupati Mahayastra mengatakan, pemberian BHP merupakan kewajiban pemerintah kabupaten sesuai amanat undang-undang. Namun, dia membenarkan tahun ini Pemkab belum mentransfer dana BHP ke desa. Yang sudah ditransfer baru dana Alokasi Dana Desa (ADD) senilai Rp5 miliar.

“Kemarin kami sudah tuntaskan ADD-nya, transfer Rp5 miliar sekitar seminggu yang lalu. Nanti disusul dengan dana bagi hasil pajak retribusi,” jelasnya.

Hanya, Mahayastra tidak bisa memastikan jumlah dana BHP yang diterima masing masing desa. Sebab, dana BHP ini bukan bersifat target, melainkan berdasarkan realisasi yang setiap waktu bisa berubah-ubah. “Nilainya sangat kecil, karena sumber BHP Gianyar adalah dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR), retribusi, dan pariwisata,” terang Ketua DPC PDIP Gianyar itu.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar menurun tajam, kata dia, karena sedikitnya pemasukan akibat pandemi Covid-19. Yang didapat desa dari pajak tersebut adalah 10 persennya. Artinya, jika total yang didapat adalah Rp1 miliar, kata Mahayastra, berarti Rp100 jutanya diberikan kepada seluruh desa di Gianyar.

“Untuk pencairan triwulan dua masih menunggu. Sekarang kan baru tanggal 13, tunggulah hasil akhirnya. Nanti sekaligus dibayarkan (yang triwulan pertama),” jelasnya.

Karena nilainya akan sedikit, Mahayastra minta perbekel sudah memperhitungkannya sejak jauh-jauh hari. “Kalau situasinya seperti ini, dia (perbekel) seharusnya sudah dari awal menyiapkan peraturannya. Jangan lagi ada belanja fisik kalau situasi seperti ini,” pesannya. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.