Bupati Artha Hadiri Penilaian Lomba Desa Tangguh Dewata di Penyaringan

Penilaian Lomba Desa Tangguh Dewata Polda Bali di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana juga diisi simulasi penanganan pasien Covid-19, Rabu (13/1/2021).
54 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Bupati Jembrana I Putu Artha menghadiri penilaian Lomba Desa Tangguh Dewata Polda Bali di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Rabu (13/1/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi Ketua Tim Juri Lomba Desa Tangguh Dewata, Kepala Sub Direktorat Pembinaan Perpolisian Masyarakat (Kasubdit Bin Polmas) Direktorat Binmas Polda Bali, AKBP I Nengah Danya Pawitra, berserta jajarannya; Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa; Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Hasrifuddin Haruna; dan Perbekel Desa Penyaringan.

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, mengatakan ditunjuknya Desa Penyaringan untuk mewakili Kabupaten Jembrana dalam Lomba Desa Tangguh Dewata setelah sebelumnya pada  setiap Polsek menunjuk satu perwakilan dan dari hasil penilaian tersebut Desa Penyaringan yang memperoleh nilai tertinggi. Dengan dilaksanakan lomba ini diharapkan di Kabupaten Jembrana dan khususnya di Desa Penyaringan penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan dengan maksimal.

“Selain itu, momentum ini juga  untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat yang ada di desa lainnya untuk terus ikut serta dalam menanggulangi penularan Covid-19 dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini angka terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Jembrana belum menunjukkan penurunan yang signifikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilaian Lomba Tangguh Dewata Polda Bali, AKBP I Nengah Danya Pawitra, mengatakan program pembentukan Desa Tangguh Dewata merupakan program nasional dalam hal ini Kapolri dan sudah mendapatkan restu dari Presiden RI. Tujuannya, guna mendorong masyarakat untuk bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan agar dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini bisa tangguh. “Harapan kita seluruh masyarakat hingga ke tingkat desa dan banjar-banjar ikut berpartisipasi dalam mencegah penularan Covid-19. Kami optimis, jika di tingkat desa sudah tangguhm, maka Indonesia tangguh,” jelasnya.

Bupati Jembrana, I Putu Artha, menyambut baik diselenggarakan Lomba Desa Tangguh Dewata sebagai bagian dari upaya Polri menciptakan kamtibmas dan sekaligus juga sebagai upaya mangajak masyarakat untuk ikut serta bersama-sama berpartisipasi mencegah penularan Covid-19. “Pencegahan penularan virus Covid-19 ini menjadi tanggung jawab kita bersama baik instansi kesehatan, TNI/Polri, pemerintah daerah, dan yang paling tidak kalah pentingnya adalah peran desa dinas yang bersinergi dengan desa adat guna bersama-sama menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran serta disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan khususnya 3M,” katanya.

Bupati Artha menyampaikan, aparat desa dan desa adat menjadi ujung tombak dalam melakukan pengawasan terhadap masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam tatanan kehidupan baru, dengan selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan air mengalir, olahraga rutin, dan menghindari kerumunan. “Untuk itu, saya kembali mengajak perbekel dan bendesa untuk segera mengaktifkan kembali pos gotong royong pencegahan Covid-19 di desa masing-masing,” pungkasnya. man

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.