Bulan Juni TPA Suwung Diprediksi Overlaod, DLHK Bali Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber 

Foto/dok: Alat berat menata sampah di TPA Suwung
450 Melihat
DENPASAR, posbali.co.id – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung di Denpasar diprediksi bakal overload pada Juni 2021 depan. Informasi menyebutkan, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra telah mengirim surat ke kabupaten/kota untuk menyikapi situasi ini. Surat itu ditujukan khususnya untuk wilayah yang terangkum dalam Sarbagita. Yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, Made Teja mengatakan, Denpasar dan Badung didorong agar melakukan langkah-langkah untuk mengurangi sampah masuk ke TPA Suwung. Sementara Gianyar dan Tabanan sudah dihentikan.
“Jadi Denpasar dan Badung agar melakukan pengolahan sampah berbasis sumber di masing-masing desa. Semua daerah juga kami dorong melakukan pegolahan sampah berbasis sumber, sehingga tidak semua masuk ke TPA. Jadi di semua desa melakukan pengolahan sampah di situ, dan betul-betul residu baru masuk TPA masing-masing,” jelas Made Teja di Denpasar, Senin (10/5) kemarin.
Made Teja menjelaskan, TPA Suwung diprediksi overload karena di tempat ini lahannya telah ditata. “Jadi lahannya terbatas, sedangkan sampah banyak yang masuk. Bahkan sampah itu belum diolah, dipisahkan sehingga bukan residu. Masih ada sampah yang bisa dimanfaatkan untuk kompos, tapi masuk ke TPA Suwung semuanya,” bebernya.
Untuk itu, pihaknya mendorong masing-masing kabupaten/kota melakukan pengolahan sampah berbasis sumber sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor: 381/03-P/HK/2021 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber  di Desa/Kelurahan dan Desa Adat, turunan dari Pergub 47/2019.
“Di TPA Suwung masih ada yang masuk sampah organik. Untuk sampah plastik dan styrofoam sudah rendah. Nah inilah kami dorong agar mengolah sampah di sumber langsung dan bekerjasama dengan bank-bank sampah yang ada,” tandasnya.
Seperti diketahui, TPA Suwung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merevitalisasi TPA Regional Sarbagita Suwung yang melayani sampah yang berasal dari area Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan. Revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan umur layanan TPA tersebut, pembangunan ruang terbuka hijau pada lahan yang sudah penuh serta mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
Dari 32,4 hektar luas lahan TPA Sarbagita Suwung yang direvitalisasi, terbagi 22 hektar berupa dilakukan penutupan dan penataan area TPA yang telah penuh sampah dengan dibuat terasering, ditangkap gas methan yang ada, dialirkan lindinya dan dilakukan penghijauan menjadi ruang terbuka hijau, pembangunan 2 cell sanitary landfill baru seluas 5 hektare dan pematangan lahan seluas 5 hektare untuk lokasi PLTSa. Pembangunan 2 cell baru dengan teknologi sanitary landfill akan memperpanjang masa layanan TPA Sarbagita Suwung hingga tahun 2024. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.