Buku “Jejak Awal Hindu di Indonesia” Karya Prof. Dr. Ida Bagus Mantra Diluncurkan

Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra (ke-3 dari kiri), sekaligus perwakilan keluarga saat menerima buku “Jejak Awal Hindu di Indonesia” karya Prof. Dr. IB Mantra.
675 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Serangkaian peringatan HUT Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, turut diluncurkan buku berujudul “Jejak Awal Hindu di Indonesia” karya Prof. Dr. Ida Bagus Made Mantra di Pendopo Hotel Inna Bali Heritage Denpasar, Selasa (29/12/2020).

Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, sekaligus mewakili Keluarga Besar Alm. Prof. Dr. Ida Bagus Made Mantra. Dalam kesempatan tersebut secara langsung dilaksanakan bedah buku dengan menghadirkan dua orang pembedah yakni Prof. Dr. I Nengah Duija dan Dewa Gede Windu Sancaya.

Rai Mantra mengatakan berterima kasih atas diluncurkannya buku “Jejak Awal Hindu di Indonesia” yang merupakan hasil deseminasi dari disertasi mendiang ayahandanya. Dengan diluncurkanya buku ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan pencerahan bagi masyarakat secara luas dalam memahami perjalanan agama Hindu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada civitas akademika Unhi yang bahu-membahu sehingga buku ini dapat diluncurkan. Semoga ke depan dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Direktur Pascasarjana Unhi, Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, mengatakan peluncuran buku ini merupakan persembahan dari Pascasarjana Unhi untuk mendukung kemajuan pendidikan Hindu di Bali dan Indonesia. Keberadaan buku ini ke depannya menjadi sangat penting untuk memberikan gambaran tentang peradaban Hindu di Indonesia.

Wakil Rektor III Unhi, Dr. I Wayan Muka, mengaku bersyukur atas diluncurkannya buku tersebut. Dikatakannya, karya ini bukanlah sesuatu yang mudah. Berbagai tahapan serta proses panjang telah dilalui hingga akhirnya bisa diluncurkan. Ke depan upaya penerjemahan akan terus dilaksanakan oleh Unhi sehingga dapat memberikan inspirasi bagi umat Hindu Indonesia.

Salah seorang pembedah, Windu Sancaya menyampaikan, peradaban Hindu telah tercatat dalam sejarah memberikan kontribusi besar bagi kebudayaan dan peradaban di Nusantara. “Membaca buku ini kita diajak untuk bertamasya menikmati diorama perjalanan sejarah Nusantara melalui kajian-kajian prasasti awal yang ditemukan di Nusantara, maupun berdasarkan kajian atas sumber-sumber sejarah klasik Nusantara, serta sumber-sumber asing dari Yunani, India, China maupun Arab,” katanya.

Dia memaparkan, ada sejumlah temuan mengejutkan diungkapkan dalam buku ini yang belum pernah diungkapkan oleh para arkeolog maupun sejarawan kita. Misalnya tentang pengaruh besar Kerajaan Pallava di India Selatan terhadap peradaban yang berkembang di Kalimantan, Sumatera, Sunda, Jawa, dan Bali dari abad ke-3 sampai 9 Masehi. Bagaimana ajaran Budha Mahayana telah melahirkan aliran mistik Vajrayana yg berkembang di Indonesia dan kesamaannya dengan Vajrayana di Tibet, dan persatuan Siwa Budha dari tempat asalnya serta perkembangannya di Indonesia.

Meski judul buku “Jejak Awal Hindu di Indonesia” lanjut dia, tetapi isinya tidak hanya itu. “Dari tujuh bab buku ini hanya satu bab yg membahas mengenai jejak awal Hindu di Indonesia. Bab-bab lain berisi pembahasan terhadap peran Budhisme selama periode Srivijaya, Tantrayana periode Jawa Timur, pembahasan teks-teks mistik utama periode Jawa Kuna, serta praktik-praktik keagamaan Hindu di Nusantara seperti Suryasevana dan Stotra,” jelas Windu Sancaya. rap

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.