Bukan Pencitraan, Pertahankan Rasa Kemanusiaan, Kari Subali Kembali Bantu Warga Sulit Berobat

623 Melihat

KARANGASEM, posbali.co.id – Kesulitan biaya berobat kembali dialami oleh warga, Bau Kangin, Nawakerti, Abang, Karangasem. Ni Wayan Sareng kelahiran 1962 nampak terkulai diruang UGD RSUD Karangasem, Rabu (7/8) lantaran menderita penyakit liver dan komlikasi. Sebelumnya Ni Wayan Sareng hanya dapat menahan sakitnya dirumah kediamannya karena tidak mempunyai biaya berobat ke rumah sakit layaknya. 

Dengan melihat kondisi tersebut, I Wayan Kari Subali selaku pembina (JPKP) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan, langsung antusias turun tangan untuk membantu proses tindak lanjut Ni Wayan Sareng agar segera mendapatkan penanganan pengobatan rumah sakit.

” Saya harus bantu warga yang kesusahan seperti ini. Karena sebelumnya saya tidak tau ada warga yang kesulitan berobat ke rumah sakit, hal ini baru saya ketahui ketika suami yang bersangkutan memberitahukan kepada saya agar bisa mendapatkan solusi pengobatan dengan kondisi istrinya yang sudah lama sakit namun belum bisa berobat,” kata Wayan Kari Subali saat ditemui dihalaman UGD RSUD Karangasem.

Dilanjutkan, untuk biaya sampai saat ini belum diketahui berapa biayanya dibutuhkan,  intinya yang bersangkutan bisa mendapatkan penanganan. Jika nanti dinyatakan berapa biayanya pasti akan saya tangggung semuanya karena saya sangat memprioritaskan keselamatan jiwa. Terlebih lagi kondisi keluarga yang sakit saat ini tidak mempunyai rumah tempat tinggal yang layak. Mudah-mudahan KIS/JKN bisa dimanfaatkan sesuai prosedurnya , obatnya jangan sampai harus dibeli, karena tidak ditanggung. Supaya benar-benar memberikan keringaan masyarakat yag benar benar miskin.

“Misalkan dirujuk saya akan siap bantu karena ini menyangkut keselamatan jiwa dan ini tidak pencitraan, ini saya lakukan karena rasa kemanusiaan, pemilu sudah lewat jangan dikait-kaitkan kesana. Bila ada orang lain yang nasibnya sepeeti ini beritahu saya,”beber Kari Subali.

Sementara suami yang bersangkutan yaitu Pak Duduk nampak pasrah menemani istrinya yang sedang terbaring di ranjang UGD tersebut. Ia mengatakan, misakan saya belum melakukan konsultasi terhadap Pak Wayan mungkin belum bisa sampai ke rumah sakit. Kami kerumah sakit baru sejak kemarin. Penanganan belum karena dari pihak rumah sakit karangsem diminta rujuk jadinya saya semakin merasa susah dan panik. 

“Sakit sudah sejak lama namun belum pernah diajak kerumah sakit karena benturan biaya,”ujar Duduk yang sempat menyatakan sudah mempunyai 3 anak yang sudah menikah, dan mata pencahariannya saat ini hanya sebagai petani penyakap/penggarap lahan milik orang lain. 017

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.