Budiarti Santi Bantah Tudingan Mantan Suami

Budiarti Santi (dua dari kiri) didampingi pengacara Arif Ridho Wegitama, Rielen Pattisiana, Desak Putu Ariasih
Budiarti Santi (dua dari kiri) didampingi pengacara Arif Ridho Wegitama, Rielen Pattisiana, Desak Putu Ariasih
1,279 Melihat

DENPASAR, POS BALI –  Mantan isteri pengusaha Bali Handoko, Budiarti Santi membantah tudingan para pengacara Handoko, dirinya melakukan penyebaran berita bohong atau hoax dan dugaan penipuan sebagaimana diberitakan ini koran ini sebelumnya (24/9).  

Melalui kuasa hukum Budiarti Santi,  Arif Ridho Wegitama, SH didampingi oleh Desak Putu Ariasih,  SH dan Rielen Pattisiana, Bsc, SH Santi membantah berita tersebut. “Ada beberapa kekeliruan dan kejanggalan dari keterangan yang dibuat kuasa hukum Handoko yang katanya menggunakan dokumen palsu dan menyebarkan berita bohong. Ini sama sekali tidak benar. Nama lokasi pun juga patut kami pertanyakan. Apakah di Sumba Barat atau Sumba Barat Daya. Karena dalam berita disebutkan bahwa itu di Sumba Barat, padahal Sumba Barat Daya,” kata Arif Ridho, Selasa (24/9).

Selain itu, kasus lain yang dipersoalkan adalah penggunaan dokumen seperti KTP dan NIK yang tidak sebagaimana mestinya. Kasus ini sudah mendapatkan kekuatan hukum tetap dengan dikeluarkannya putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).  Dalam putusan itu sudah dijelaskan penggunaan dokumen sudah dicabut dan pihaknya sudah menyampaikan hal tersebut secara transparan.

“Artinya, tidak ada istilah ada upaya untuk menipu dengan menggunakan dokumen paslu. Semuanya sudah terang dan jelas. Mana lagi yang dibilang ada dugaan penipuan. Jadi kami minta para kuasa hukum Handoko bertindak lebih cermat,” ujarnya. Laporan yang dilakukan di Polda NTT juga sudah diterima dan bahkan Handoko pun sudah ditetapkan sebagai tersangka. Bagaimana mungkin hal tersebut disebut sebagai penyebar berita hoax dan diduga melakukan penipuan.

Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, perceraian Handoko dan Budiarti Santi berujung saling lapor. Perceraian keduanya telah berkekuatan hukum tetap, namun karena harta gono gini keduanya berurusan dengan hukum.  Handoko mempolisikan mantan istrinya, Budiarti Santi. Dirinya melaporkan sang istri lantaran  mantan istri melaporkannya ke Polda NTT atas dugaan pemalsuan dokumen data diri. 

Atas tuduhan itu, Kuasa Hukum Handoko, Damianus Nau Dasnan, SH dengan tegas membantah. Damianus  menegaskan, KTP Sumba Barat Daya yang dikantongi kliennya  ketika itu adalah identitas yang sah dan dikeluarkan resmi oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sumba Barat. “Pembuatan KTP itu dilakukan bersama dengan Santi ketika mereka masih menjadi suami istri. KTP itu juga digunakan untuk memudahkan proses jual beli tanah saat itu. Dan Santi tahu persis tentang itu,” tegas Damianus Dasnan didampingi Lorenzo Ruiz Nau Dasnan SH, saat jumpat pers dengan sejumlah awak media di Kuta, Senin (23/9) 003 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.