BPOM Beri 41 UMKM Gianyar Nomor Izin Edar

BPOM menyerahkan Nomor Izin Edar (NIE) kepada UMKM di Gianyar, Jumat (18/12/2020).
468 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak perekonomian rakyat, dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat. Sifat UMKM yang lentur terhadap krisis menjadi salah satu kekuatan pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi, melalui Gerakan Nasional Bangga buatan Indonesia. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan POM (BPOM), Penny K. Lukito, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Gianyar, Jumat (18/12/2020).

Dalam kunjungan kerja ini, Lukito menggemakan produk olahan berdaya saing, selain memberi 41 Nomor Izin Edar (NIE) kepada UMKM di Gianyar. “Kabupaten Gianyar memiliki 14 produsen pangan olahan yang terdaftar di BPOM yaitu 1 usaha mikro, 2 usaha kecil, 10 usaha menengah dan 1 industri besar. Selama tahun 2020, BPOM menerbitkan 41 NIE pangan olahan dari Gianyar, masing masing 3 NIE untuk usaha mikro dan usaha kecil, 30 NIE untuk usaha menengah dan 5 NIE untuk Industri besar,” terangnya.

Untuk itu, dia mendorong pelaku usaha pangan serta Pemkab Gianyar untuk dapat meningkatkan produk pangan olahan terdaftar di BPOM. Di samping itu, sebutnya, BPOM juga menerbitkan 11 NIE obat tradisional untuk 6 pelaku usaha serta 2 sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) bertahap untuk 2 pelaku usaha. BPOM selama tahun 2020 menerbitkan 106 NIE kosmetik kepada 9 pelaku usaha dan 1 sertifikat Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB) kepada pelaku usaha kosmetik di Gianyar.

Peran UMKM yang sangat strategis ini, ulasnya, perlu didukung penguatan kapasitas UMKM untuk menghasilkan produk berkualitas secara konsisten. Untuk itu, pemerintah berupaya meningkatkan daya saing UMKM, antara lain melalui UU Cipta Kerja yang mendorong mekanisme percepatan perizinan.

Pemerintah daerah melalui pendampingan dan pemberian insentif untuk kemudahan berusaha bagi UMKM. “Upaya ini sangat sejalan dengan UU Cipta Kerja yang menjadi komitmen pemerintah meningkatkan daya saing UMKM,” paparnya.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Gianyar, I Made Suradnya, mengatakan, demi mendukung program UMKM berdaya saing, perlu ada sinergi yang solid antara BPOM dan stakeholder untuk mewujudkan keamanan produk, terutama produk pangan, obat tradisional dan kosmetik. Pun komitmen antara pemerintah dan pelaku UMKM untuk menjaga keamanan produk pangan, obat tradisional, dan kosmetik sangat diperlukan. “Komitmen dan kerjasama semua pihak akan berdampak kepada peningkatan mutu, khasiat dan keamanan produk, sehingga berdaya saing dan mampu menembus pasar global,” ungkapnya. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.