BPNB Bali Sosialisasikan Pekan Kebudayaan Nasional di Car Free Day

Permainan tradisional ditampilkan dalam acara Sosialisasi Pekan Kebudayaan Nasional di Car Free Day, Renon, Denpasar, Minggu (29/9), antara lain metajog (egrang), deduplak, terompah panjang, gangsing.
Permainan tradisional ditampilkan dalam acara Sosialisasi Pekan Kebudayaan Nasional di Car Free Day, Renon, Denpasar, Minggu (29/9), antara lain metajog (egrang), deduplak, terompah panjang, gangsing.
712 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali hadir di acara Car Free Day pada Minggu (29/9) di kawasan Lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar, untuk melakukan sosialiasi tentang Pekan Kebudayaan Nasional yang akan dilangsungkan di Istoran Senayan, Jakarta pada tanggal 7-13 Oktober 2019.

Kepala BPNB Bali, I Made Dharma Suteja, menjelaskan, Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) merupakan agenda budaya yang menghimpun ekosistem budaya beserta seluruh bentuk kekayaan budaya yang tersedia di daerah, terutama yang sudah termaktub dalam dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten/Kota dan Provinsi, ke dalam satu jenjang perhelatan dari daerah ke nasional, dari desa hingga ke ibukota.

Gagasan tentang Pekan Kebudayaan Nasional bermula dari Resolusi Kongres Kebudayaan yang tertuang dalam poin pertama Agenda Strategis Pemajuan Kebudayaan: “Menyediakan ruang bagi keragaman ekspresi budaya dan mendorong interaksi untuk memperkuat kebudayaan yang inklusif”.

Sedangkan rujukan pelaksanaan PKN adalah resolusi pertama Kongres Kebudayaan yang menyatakan: “Melembagakan Pekan Kebudayaan Nasional sebagai platform aksi bersama yang meningkatkan interaksi kreatif antarbudaya”.

Rumusan tersebut menegaskan bahwasanya penyediaan ruang bagi tumbuh dan berkembang realitas kebudayaan Indonesia adalah melalui agenda Pekan Kebudayaan Nasional. “Agenda ini mempertemukan segala bentuk kekayaan budaya yang tersedia di daerah ke dalam satu jenjang perhelatan dari daerah ke nasional, pun mendorong interaksi antar sepuluh objek pemajuan kebudayaan yang tersedia di 325 kabupaten/kota, dalam suasana yang penuh keriangan dan kegembiraan,” jelasnya.

Program kegiatan PKN berpijak pada pengolahan aset 10 objek pemajuan kebudayaan (tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional) yang diklasifikasikan sesuai dengan kamar kegiatan berikut ini: Pergelaran Karya Budaya Bangsa, Sawala-wicara (Konferensi) Pemajuan Kebudayaan, dan Pasanggiri Budaya (Ajang Kejuaraan).

Pada acara Sosialisasi Pekan Kebudayaan Nasional yang dilaksanakan di ajang Car Free Day, BPNB Bali mengajak masyarakat yang hadir dalam Car Free Day untuk bermain bersama permainan tradisional. Adapun permainan tradisional yang dibawakan pada acara ini antara lain metajog (egrang), deduplak (bakiak dari tempurung kelapa/dimodif kayu), terompah panjang, serta gangsing. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.