BPCB Bali Cek Temuan Tulang dan Benda Kubur

Tulang-belulang serta bekal kubur yang ditemulan pekerja proyek di Banjar Dauh Uma, Bitera, Gianyar.
799 Melihat

GIANYAR, posbali.co.id – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar mengecek temuan tulang-belulang serta bekal kubur di Banjar Dauh Uma, Kelurahan Bitera, Gianyar. BPCB menduga tulang itu dari jasad masyarakat biasa pada zamannya.

Petugas BPCB, Yadnya, seizin Kepala BPCB Bali, Komang Anik Purniti, Selasa (22/9) menjelaskan, yang ditemukan dalam penggalian septictank itu ada dua. Pertama, bekal kubur bernama tajak dari bahan logam perunggu yang fungsinya sebagai alat bercocok tanam. “Juga ditemukan rantai yang disebut cincin, kemungkinan fungsinya sebagai aksesoris atau penanda yang dikubur memiliki status sosial di atas masyarakat biasa,” jelasnya.

Namun, dia menyayangkan peti batunya tidak ditemukan. Biasanya orang yang memiliki status sosial tinggi, atau tokoh masyarakat, dikubur dengan peti batu dan bekal kubur yang banyak. Melihat bekal kubur hanya berupa tajak dan cincin, dia menduga yang dikubur masyarakat biasa. Dia menampik dari temuan ini bisa diasumsikan pernah ada kota kuno di wilayah Dauh Uma, karena bukti ke arah itu belum ditemukan.

“Temuan itu merupakan komponen salah satu sistem penguburan atau bekal kubur manusia masa prasejarah. Karena tidak ditemukan adanya sarkofagus sebagai wadah, diduga memakai sistem penguburan primer,” ungkapnya.

Untuk langkah selanjutnya, dia mesti menunggu hasil penelitian Balai Arkeologi. Rekomendasinya apakah perlu diselamatkan dan dilestarikan. Jika memang rekomendasinya ternyata objek yang diduga cagar budaya itu mesti dilindungi dan dilestarikan, BPCB Bali akan melakukan pelestariannya. “Dengan catatan, kalau pemilik atau penemunya tidak berkehendak melakukan pelindungan, benda tersebut diserahkan ke negara untuk disimpan di lembaga kami,” pungkasnya. 011

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.