BNNP Bali Gagalkan Pengiriman Ekstasi dan Sabu-sabu Berkedok Parsel

Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Swastawan (dua dari kanan) bersama Kabag Pemberantasan BNNP Bali, AKBP Nyoman Sebudi (kanan) merilis penangkapan tiga tersangka narkotika dalam sepekan.
Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Swastawan (dua dari kanan) bersama Kabag Pemberantasan BNNP Bali, AKBP Nyoman Sebudi (kanan) merilis penangkapan tiga tersangka narkotika dalam sepekan.
661 Melihat

DENPASAR, POSBALI.CO.ID – Sebanyak 992 butir pil ekstasi dan sabu-sabu dengan berat bersih 300,27 gram berhasil diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Sabtu (4/5) pagi. Pengedar atas nama Komang Sudarma (KS) yang merupakan residivis itu pun ditangkap, sebeluk akhirnya digelandang ke markas BNNP Bali, Denpasar.

Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Swastawan, didampingi Kabag Pemberantasan BNNP Bali, AKBP Nyoman Sebudi, Minggu (5/4) siang menerangkan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi yang diterima pihaknya pada Jumat (3/5) bahwa akan ada pengiriman paket narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi dari Surabaya ke Bali. Paket tersebut dikirim dengan jalur darat, melalui jasa travel.

“Atas informasi itu, kami bergerak mengirimkan satu tim untuk melaksanakam controlled delivery, sementara kami juga siagakan satu tim di Denpasar. Setelah kendaraan tersebut sampai di Gilimanuk sekitar pukul 02.00 WITA, tim kami naik layaknya penumpang, dan mengetahui bahwa paket tersebut akan dikirim ke sebuah alamat di Denpasar yang sudah dipalsukan,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemantauan, ternyata paket ekstasi yang telah didesign layaknya parcel ulang tahun berbentuk hati itu diambil oleh tersangka. Tanpa menunda waktu, petugas pun langsung meringkus yang bersangkutan di Jalan Jayagiri 12B Denpasar, tempat paket itu di ambil.

Setelah digeledah, ratusan butir ekstasi yang dimasukkan dalam 10 plastik klip, dan sabu-sabu seberat 300,27 gram yanh dimasukkan dalam 3 plastik klip itu akhirnya ditemukan. “Tersangka terhubung dengan jaringan narkotika Lapas Madiun, di mana tersangka mengenal pengendali itu sewaktu ia sama-sama mendekam di Lapas Kerobokan. Dari pengakuan tersangka, selam setahun ini, sudah tiga kali melancarkan aksinya,” jelasnya.

Dua kali berhasil mengedarkan barang-barang haram itu di Bali, KS yang berprofesi sebagai sopir freelance itu mengaku diberi imbalan Rp5 juta. Ia yang juga seorang pemakai mengaku narkotila yang diedarkan ditujukan untuk kawasan Denpasar dan sekitarnya. “Terkait besaran barang bukti yang sudah diedarkan (selama dua kali emneyebarkan, red), kami masih dalami,” imbuhnya.

Selain mengamankan barang bukti berupa narkotika, BNNP Bali juga mengamankan barang bukti lain dari tangan KS, diantaranya 2 unit handphone merk Samsung dan sebuah buku tabungan BCA. Kepada KS, kini ia diancam Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

TURUT AMANKAN 427 GRAM GANJA

Selain meringkus KS, pada Selasa (30/5) lalu, BNNP Bali juga membekuk dua pengedar narkotika jenis ganja, yakni Iwan Boris Marbum (IB) dan David Purba (DP). Keduanya diringkus di tempat yang sama di bilangan Jalan Gatot Subroto Timur dalam waktu yang berbeda.

IB diborgol sesaat setelah ia mengambil paket ganja kering tersebut, tepatnya di Jalan Gatsu Timur 390. Penangkapan itu pun berawal dari informasi yang berhasil dihimpun BNNP Bali, dan merupakan kelanjutan kasus sejenis yang berhasil diungkap pekan lalu.

Usai mengamankan dan mengintrogasi IB, petugas mendapat informasi bahwa barang tersebut dimiliki oleh rekannya DP. Dalam jaringan tersebut, keduanya mengaku sama-sama berperan sebagai kurir, dimana IB juga bertugas memecah barang sesuai pesanan konsumen.

“Sekitar pukul 10.00 WITA, DP datang ke TKP, hendak mengambil paket tersebug ke rekannya IB. Saat itulah kita tangkap dia,” katanya.

Hingga berita ini dibuat, petugas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait penangkapan ini. Sementara, barang bukti yang diamankan meliputi 1 paket ganja dengan berat kotor 427 gram, dan masing-masing 1 unit handphone merk  Xiomi dan Samsung. “Selain melakukan pemeriksaan terkait kasus narkotika, kepada tersangka kita juga lakukan pemeriksaan terkait kemungkinan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang mengalirkan aliran dana di jaringan mereka. Tahun ini sudah ada yang kita proses terkait hal tersebut,” pungkas Brigjen Pol Swastawan. eri

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.