BKKBN Bali-PKK Denpasar Sinergi Cegah Stunting

Talkshow "Keluarga Keren Cegah Stunting" pada Kamis (1/7/2021) yang menghadirkan Kepala BKKBN Provinsi Bali bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar.
268 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali, Agus P. Proklamasi, mengatakan dari tahun 2018 banyak terjadi kasus stunting (kurang gizi kronis) di berbagai wilayah di Indonesia. Untuk mencegah dan menurunkan angka stunting, BKKBN melakukan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, salah satunya Tim Penggerak PKK.

“Stunting merupakan masalah kesehatan serius yang tak boleh dianggap remeh. Ada berbagai dampak stunting yang bisa berakibat buruk pada anak di masa kini maupun mendatang,” ujar Agus P. Proklamasi.

Hal tersebut disampaikan Agus P. Proklamasi saat menjadi narasumber dalam talkshow “Keluarga Keren Cegah Stunting” di Radio RRI Denpasar, Kamis (1/7/2021). Acara memperingati Hari Keluarga Nasional ke-28 tahun 2021 ini juga menghadirkan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, dan Forum Genre Provinsi Bali, l I Putu Raka Nata.

Lebih lanjut Agus menyampaikan, dampak buruk stunting antara lain kondisi kognitif anak remaja lemah dan psikomotoriknya terhambat. Anak-anak yang mengalami stunting akan memiliki tingkat intelektual lebih rendah dibandingkan anak-anak yang pertumbuhannya maksimal. Mengingat stunting ini berkaitan dengan pertumbuhan anak di masa mendatang, maka harus segera ditangani.

“Stunting ini bisa dilihat pada masa anak-anak. Meskipun demikian, untuk mencegah stunting tidak harus dilihat sudah menjadi anak-anak, namun dimulai dari kesiapan para calon ibu atau generasi muda yang akan menjadi pasangan subur,” jelasnya.

Sementara itu, Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan, sebagai patner pemerintah khususnya Pemkot Denpasar, pihaknya berkewajiban dan berperan aktif dalam menyukseskan pembangunan. Salah satunya adalah mencegah dan menurunkan angka stunting di Kota Denpasar.

Dia menjelaskan, stunting adalah masalah kekurangan gizi yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Dampak dari stunting itu pertumbuhan anak tidak sesuai dengan usia atau disebut dengan kerdil, sehingga peran lintas sektor terkait termasuk PKK Kota Denpasar, Kecamatan, Desa/Kelurahan sampai dengan dasa wisma.

“Jadi, peran kami adalah meningkatkan kesadaran masyarakat melalui dasa wisma yang harus diberikan pemahaman. Hal yang harus ditekankan dalam stunting itu adalah pentingnya memberikan asupan makanan bergizi bagi ibu hamil, bayi maupun balita, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan atau pola asuh orang tua,” jelas Sagung Antari.

Menurutnya perlu adanya komitmen bersama peran aktif kader untuk memberikan pemahaman tentang stunting. Dalam upaya pencegahan stunting di Kota Denpasar, TP PKK Kota Denpasar juga melibatkan posyandu di masing-masing desa/lurah yang ada di Kota Denpasar. Pemkot Denpasar juga memberikan workshop atau konseling pra perkawinan kepada calon pengantin.

“Untuk anak yang sudah terlahir stunting yang harus dilakukan adalah orang tuanya harus memberikan waktu luang yang banyak untuk mendampingi dan membimbing anak-anaknya,” katanya. 026

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.