Bertahan di Masa Pandemi Corona, Konveksi Pilih Produksi Masker

Para pekerja Dejay Garment Bali, Denpasar saat memproduksi masker kain untuk memenuhi permintaan masyarakat.
3,125 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Banyak pelaku usaha di Bali yang menutup operasional usahanya akibat dari wabah virus corona atau Covid-19 yang melanda dunia. Di sisi lain masih ada sejumlah usaha yang mampu bertahan di tengah pendemik saat ini dengan mengalihkan produksinya. Salah satunya usaha konveksi Dejay Garment Bali.

Meningkatnya kebutuhan akan masker dan alat pelindung diri (APD) di tengah pandemi corona menjadi peluang tersendiri bagi konveksi yang beralamat di Jalan Trijata I No. 8 Dauh Puri Kangin, Denpasar ini. Anjloknya pesanan busana tidak membuat usaha ini berpangku tangan, sebaliknya menangkap peluang yang ada dengan memproduksi masker kain dan APD. Terlebih ada imbauan dari pemerintah yang meminta masyarakat senantiasa menggunakan masker terutama ketika keluar rumah.

Owner Dejay Garment, I Nyoman Mas Juliawan, menuturkan, usaha ini dirintisnya sejak tahun 2014. Produk-produknya antara lain kaos, polo shirt, kemeja, seragam, jaket, baju training, jas almamater, toga wisuda, topi, paper bag, costum, dan produk lainnya. Sejak wabah corona terjadi dengan banyaknya kantor atau usaha yang tidak beroperasi normal berdampak pula pada usaha konveksi ini. “Pandemi corona membuat kami harus berpikir, apa yang bisa dikerjakan. Akhirnya, kami menangkap peluang yang ada dengan memproduksi masker kain dan APD serta baju untuk tenaga medis,” tuturnya, Minggu (19/4).

Owner Dejay Garment, I Nyoman Mas Juliawan.

Mas Juliawan mengakui terjadi penurunan permintaan kaos, kemeja, dan produk lainnya akibat meluasnya penyebaran virus corona. Supaya tidak berimbas terhadap pekerjanya yang berjumlah 20 orang, ia pun memutuskan memproduksi masker dan APD. Dalam sehari pihaknya mampu memproduksi lebih dari 2 ribu masker serta ratusan APD dan baju medis guna memenuhi pesanan dari berbagai kalangan mulai rumah sakit organisasi masyarakat hingga para relawan.

Adapun harga yang ditetapkan untuk masker kain mulai Rp4.000 hingga Rp6.500 per helai. Sementara untuk APD mulai Rp65.000 hingga Rp100.000. Dalam produksinya, Dejay Garment menggunakan bahan berkualitas premium yang nyaman sesuai standar kesehatan yang ditetapkan pemerintah. “Kini masker sangat dibutuhkan dan terjadi kelangkaan di pasaran. Penggunaan masker kain juga sangat dianjurkan oleh pemerintah,” katanya.

Mas Juliawan berharap usaha konveksinya tetap mampu bertahan selama krisis yang terjadi dampak dari pandemi Covid-19. Dengan usaha bisa bertahan, tentu saja tetap bisa menghidupi para pekerjanya. “Semoga wabah virus corona cepat mereda dan aktivitas perekonomian bisa kembali normal,” harapnya. rap

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.