Berbekal Kreativitas, Mahasiswa STIKI Ikut Andil dalam Penelitian Internasional

Kamen Rider bergaya Tokusatsu dengan balutan seni budaya Barong Ket Bali, karya I Gede Yudi Arsana
372 Melihat

DENPASAR, POS BALI- Bercita-cita menjadi seorang dosen, telah memberinya semangat dan kerja keras untuk memahami dunia penelitian.

Berawal dari sebuah ide yang terbersit dari mata kuliah videografi di STIMIK STIKOM Indonesia (STIKI) Indonesia, Ia bersama kelompoknya merencanakan sebuah ide pembuatan film pendek yang mengambil ciri khas dari produk budaya Bali yaitu Barong Ket.

Dia adalah I Gede Yudi Arsana, lulusan STIKI Indonesia yang saat ini telah mendaftarkan diri di Program Pasca Sarjana sebuah Kampus Negeri.

Dari mata kuliah Videografi itu, Yudi mendapatkan peluang untuk memompa kreativitas dalam berkarya film. Ia menyebutkan, melalui karya film mampu mencintai budaya bangsa.

Melalui bimbingan dosen pengampu, Ia merasa lebih terbuka dalam mengapresiasi karya, sehingga karya yang dibuat pun menjadi sebuah kebanggaan, yang disertai dengan perolehan nilai A.

Yudi masih merasa belum puas atas garapannya. Ia pun berdiskusi lebih intens dengan dosen pembimbing yang kemudian kembali membawa topik budaya dalam sebuah film yang berjudul Barong Man, yang terinspirasi dari Barong Ket.

Dalam garapan Tugas Akhir tersebut, berulang kali Ia telah melakukan eksplorasi terhadap karya filmnya.

Sejenak tetap merasakan kepenatan penyusunan Tugas Akhir namun semangat dan kerjasama yang diberikan oleh teman-temannya dapat membuat lebih optimis dalam berjuang menyelesaikan Tugas Akhir.

Yudi mengutarakan, Dosen pembimbing di STIKI Indonesia selalu memberikan jalan yang terbaik untuk garapannya.

Pendampingan dalam proses penelitian yang sulit dan berliku mampu dihadapinya. Dengan semangat dan dukungan serta pengalaman di dalam membuat rancangan style cosplay, akhirnya Ia pun berhasil menciptakan figur dari karyanya yang bernama Barong Man.

Mulailah Ia memahami konten yang dibuatnya. Inspirasi “Kamen Rider” bergaya “tokusatsu” (film bergaya khas Jepang) dengan balutan seni budaya Barong Ket Bali, menjadi konsep dalam garapannya.

Garapan karya seni film pendek dengan kombinasi animasi 3 dimensi akhirnya tercipta. Garapannya mendulang kesusksesan serta menjadikannya sebagai mahasiswa prestasi dengan kualitas karya terbaik di STIKI Indonesia.

Dalam mewujudkan cita cita yang diimpikannya, Yudi kerap berkomunikasi dengan dosennya. Dia mengutarakan ingin mengenal penelitian yang dapat memberikan arahan untuk karya S2 nantinya.

Dari hasil diskusi dan komunikasi akhirnya terciptalah sebuah solusi untuk berkolaborasi di dalam penelitian.

Tujuan dari kolaborasi ini adalah memahami penelitian yang dibuatnya agar lebih detil dengan metode-metode yang lebih kuat dan sesuai. Tentunya bekal pengalaman ini akan Ia bawa di studi S2-nya nanti.

Kolaborasi itu berbuah manis. Para dosen secara langsung mengajak serta mengajarkan meneliti. Yudi menyumbangkan buah pikirannya. Melalui eksperimen dan eksplorasi akhirnya kolaborasi mendatangkan hasil.

Sebuah kebanggaan tercipta karena penelitian yang dibuat pada akhirnya mampu berkancah di dunia internasional melalui seminar international ICADECS 2021 yang terindeks KNe (Knowlegde E).

“Wow, terbuka pikiranku tentang apa itu penelitian. Banyak peneliti berkumpul, pemateri dari beberapa Negara, berbahasa inggris,” ujar Yudi bangga.

“Hasilnya, metodenya, kualitasnya dan sangat terasa pengalamannya,” lanjutnya.

STIKI Indonesia, Kampus IT populer yang beralamat di Tukad Pakerisan No. 97 Denpasar memberikan peluang bagi mahasiswa yang ingin berkolaborasi dengan dosennya dalam penelitian. Kolaborasi yang tentunya memberikan dampak positif bagi para mahasiswa.

Memberi pengalaman lebih untuk menghasilkan karya yang maksimal yang bersumber dari permasalahan yang ada.

Walaupun kini telah lulus di STIKI Indonesia dengan gelar S. Kom, Yudi tetap bersemangat mengembangkan penelitian berikutnya.

Harapan yang selalu ada di benaknya dapat kembali ke STIKI Indonesia sesuai cita citanya menjadi seorang dosen.

“Dosen yang selalu dekat dengan mahasiswa dan berbagi dengan mahasiswa dalam senyum dan sapa bak keluarga,” pungkasnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.