Berbagi dengan Para Jurnalis, ITB STIKOM Bali Gelar Lomba Jurnalistik

Kampus ITB STIKOM Bali di Renon, Denpasar
207 Melihat

DENPASAR, posbali.co.id – Bali menjadi salah satu daerah yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Sebagai destinasi wisata dunia, pulau yang berjuluk The Last Paradise ini perekonomiannya sangat terpuruk. Karena tak ada wisatawan yang datang untuk berlibur.

Akibatnya, masyarakat yang berkecimpung di dunia pariwisata banyak yang dirumahkan, dan bahkan di-PHK tanpa pesangon. Mereka pun terpaksa banting sentir mencoba peruntungan dengan berpindah profesi. Seperti menjadi pedagang, peternak, hingga pulang ke kampung halaman menekuni profesi sebagai petani.

Kendati hasilnya tidak menjanjikan seperti layaknya gemerlap gemerincing dolar pariwisata, mereka terpaksa melakukannya sembari menunggu dan mengucap doa agar pandemi ini segera berlalu. Dampak pandemi ini juga berimbas pada sektor lain. Karena, saling keterkaitan. Salah satunya profesi jurnalis yang juga terdampak akibat mewabahnya virus yang bernama SarS-Cov-2 ini.

Menyikapi situasi dan kondisi itu, ITB STIKOM Bali tergerak untuk membantu para jurnalis yang tergabung di dalam ITB STIKOM Bali dengan membuat lomba jurnalis. Mengingat, para jurnalis itu telah berjasa membesarkan nama ITB STIKOM Bali yang merupakan sekolah ilmu teknologi pertama di Bali ini.

Tak tanggung-tanggung, ITB STIKOM Bali yang berada di bawah naungan Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) menggelontorkan anggaran Rp19 juta bagi pemenang lomba jurnalis yang berlangsung selama dua setengah bulan, yaitu dari tanggal 13 Juni – 31 Agustus 2021.

“Lomba ini khusus bagi wartawan tulis, fotografer, dan video yang tergabung ke dalam ITB STIKOM Bali Group Media. Untuk tema ‘Mencetak Manusia Unggul Melalui ITB STIKOM Bali Group’ dengan topik, pertama STIKOM Bali Always the First, kedua SMK TI Global : SMK Bisa SMK Hebat, Bali Global Pilihanku, dan ketiga Polnas dan Poltek G2. Kerja Dulu Baru Sarjana,” beber salah satu anggota Tim Juri, Rahman Sabon Nama seusai teknikal meeting via zoom di Kampus ITB STIKOM Bali di Renon, Denpasar, Kamis (1/7).

Persyaratannya, sebut Rahman, wajib menulis minimal tiga berita per topik atau total sembilan berita yang terbit di media masing-masing dan dibagikan di akun media sosial pribadi atau media sosial online/medianya, selama 13 Juni – 31 Agustus 2021.

Wajib menyiarkan minimal dua berita (1 live streaming, 1 video) per topik dan dibagikan di akun media sosial pribadi atau media sosial online/medianya, selama 13 Juni – 31 Agustus 2021. Dan wajib menyiarkan minimal enam karya foto per topik atau total delapan belas karya foto.

Kemampuan wartawan berimprovisasi tentang kiprah dan kelebihan masing-masing topik dan dibagikan di akun media sosial pribadi atau media sosial online/medianya. Kemampuan wartawan berimprovisasi meramu tulisan, video, live streaming atau talk show. “Dampak pemberitaan yang bisa terlihat langsung tanpa rekayasa,” tandasnya. alt

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.