Belum Ada Turis “Booking” Kamar Hotel

Suasana salah satu hotel di Kuta, Badung. Meski penerbangan internasional sudah dibuka, namun sejauh ini belum ada turis yang “booking” kamar.
63 Melihat

MANGUPURA, posbali.co.id – Selain jadwal penerbangan internasional yang masih kosong hingga seminggu ke depan, kondisi “booking” kamar hotel untuk turis mancanegara masih belum ada, khususnya untuk hotel yang jadi tempat karantina sementara. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, mengatakan sampai saat ini memang belum ada wisatawan internasional yang “booking” kamar.

Menurutnya, wisman masih melihat situasi. Juga mempertimbangkan masa karantina dan biaya karantina. “Memang ada beberapa negara juga membuka pariwisatanya bahkan tidak ada karantina. Mungkin ini yang jadi pertimbangan juga,” ujar Rai Suryawijaya, dikonfirmasi Kamis (14/10/2021).

Kendati demikian, pihaknya optimis kunjungan wisman ke Bali akan dimulai pada bulan November 2021. Sebab sejumlah negara yang sebelumnya diajak bekerja sama mulai bertanya-tanya tentang pembukaan pariwisata internasional ke Bali. “Jadi, memang tidak bisa cepat itu, mereka masih menunggu dan melihat perkembangan pembukaan wisman ini. Pemerintah juga masih menetapkan karantina dan takut ada penyebaran Covid-19. Jadi ke depan pasti akan terus ada evaluasi,” katanya.

Sementara itu, Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran No. 20 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Salah satu poinnya mengatur tentang karantina lima hari untuk semua jenis pelaku perjalanan. Dengan diberlakukan SE No. 20/2021 ini, maka SE No. 18/2021, Addendum Surat Edaran No. 18 Tahun 2021, dan Addendum Kedua Surat Edaran No. 18 Tahun 2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Kebijakan ini efektif berlaku mulai 14 Oktober 2021 sampai waktu yang ditentukan kemudian. Dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan terakhir di lapangan atau hasil evaluasi dari kementerian/lembaga terkait.

Kasatgas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPN), Ganip Warsito mengatakan, Surat Edaran ini dimaksudkan menerapkan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19. “Tujuannya untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19,” kata Ganip di Jakarta, Kamis (14/10/2021) seperti dilansir CNN.com.

Poin perubahan atau tambahan yang diatur dalam SE pengganti SE 18/2021 antara lain terdapat perubahan pengaturan karantina dari 8×24 jam (8 hari) menjadi 5×24 jam (5 hari) untuk seluruh jenis pelaku perjalanan. 023/003

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.