Belajar Daring Harus Menyenangkan

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung.
729 Melihat

DENPASAR, posbali.co id – Adanya keluhan orangtua siswa dan para guru terkait sistem belajar dalam jaringan (daring) yang terkendala pembelian kuota, ditanggapi langsung oleh Kemendikbud. Di mana Menteri Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan memperbolehkan dana BOS untuk pembelian kuota. Selain itu, Nadiem juga membuat kebijakan tentang belajar melalui televisi untuk menjangkau siswa di pelosok yang terkendala sinyal jaringan internet.

Kebijakan itupun diapresiasi oleh Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung. Menurutnya, kebijakan itu meringankan beban orangtua siswa dan juga para guru. Kendatipun demikian, Srikandi PDI Perjuangan asal Sesetan ini juga mengingatkan, dalam sistem daring dan ditambah dengan belajar melalui televisi ini, jangan sampai membebani siswa.

“Di tengah pandemic Covid-19 ini, siswa belajar di rumah dengan sistem daring dan juga melalui TVRI, harus dibuat menyenangkan, sehingga tidak membebani siswa. Artinya, tugas-tugas yang diberikan jangan sampai berlebihan,” jelas Sari Galung saat ditemui di Denpasar, Minggu (19/4/2020).

Pihaknya juga mengingatkan, para guru dalam memberikan tugas atau pelajaran sebaiknya diatur agar tidak bersamaan dengan pelajaran yang diberikan melalui televisi. “Sebaiknya jika pelajaran di televisi berlangsung pada pagi hari, maka siswa diberikan tugas siang harinya, sehingga mereka memiliki jeda waktu untuk mengerjakannya,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengimbau agar Dinas Pendidikan baik provinsi maupun kabupaten/kota, tetap mejalin komunikasi, koordinasi, dan bersinergi tentang kebijakan sistem pembelajaran, sehingga ada kesamaan dan tidak terjadi tumpang tindih antara provinsi dengan kabupaten/kota.

“Kalau SMA/SMK kebijakan itu kan dibuat Dinas Pendidikan Provinsi, sedangkan SD, dan SMP dibuat kabupaten/kota. Kendatipun demikian, kebijakan yang mereka buat harus sama agar tidak jadi perbedaan. Karena yang mengetahui persis tentang keadaan suatu daerah itu kan kabupaten/kota. Saat ini, baik Disdik Provinsi maupun kabupaten/kota, saya lihat sudah berjalan dengan baik. Akan tetapi perlu ditingkatkan,” tandasnya.

Sari Galung juga berharap, kepala sekolah aktif ikut mengawasi para guru terkait tugas yang diberikan kepada siswanya. “Kepala sekolah harus rajin mengawasi para guru dan juga berkoordinasi dengan komite. Sehingga jika terjadi keluhan terutama dari orangtua siswa, maka bisa segera diatasi. Bapak Menteri kan tidak mewajibkan bahwa kurikulum itu harus selesai, akan tetapi lebih mengarah kepada mitigasi Covid-19 ini,” pungkasnya. 019

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.