‘Bau Amis’ Pelantikan Pj Sekda Jembrana, Tamba Enggan Komentar, Ledang Seret Nama Koster

Bupati Tamba saat melantik Pj Sekda Ledang, foto/ist
146 Melihat

JEMBRANA, posbali.co.id – Bupati Jembrana, Nengah Tamba enggan berkomentar terkait ‘bau amis’ dari pelantikan Pj Sekda Jembrana, I Nengah Ledang. Saat dikonfirmasi, Tamba menyarankan agar langsung menghubungi sang Pj Sekda. “Sekda saja hubungi,” tulis Tamba dalam pesan singkat WhatsApp, Kamis (15/4).

Mendapat pesan itu, wartawan POS BALI segera menghubungi PJ Sekda Jembrana. Melalui pesan singkat dan juga telpon via WhatsApp, Nengah Ledang menuturkan bahwa dirinya hanya mendapatkan tugas dari atasan. Dia pun menyeret nama Gubernur Bali Wayan Koster. “Saya hanya melaksanakan tugas tambahan sesuai perintah bapak Gubernur Bali,” tulisnya.

Disinggung terkait BKD Provinsi Bali yang menyebutkan bahwa Jembrana yang mengusulkan apakah boleh Pj Sekda yang sebelumnya melanjutkan menjabat sekda kembali. Ledang kembali menegaskan bahwa dirinya hanya menjalankan tugas. “Ampura (maaf, red). Tiyang (saya, red) ASN siap melaksanakan tugas kalau di perintah atasan,” tulisnya.

Sesaat setelah mengirim pesan, Nengah Ledang pun menyempatkan diri menghubungi wartawan ini melalui sambungan telpon WhatsApp. Ledang menuturkan dan menegaskan bahwa dirinya hanya melaksanakan tugas. Surat itu rekomendasi dari provinsi, kata dia telah ada. Namun sayang, dia tidak memperlihatkan salinannya karena masih mengemudi. “Saya bersyukur jadi Asisten. Jadi ASN saja saya bersyukur,” ujarnya.

Terkait tugas yang diberikan menyalahi aturan, Ledang menegaskan bahwa itu tugas dari pimpinan sehingga dirinya sebagai ASN hanya menjalankan saja. “Kalau ada tugas masak tiyang tolak. Tiyang sebentar lagi pensiun, sehingga tidak ingin ada permasalahan,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Ledang yang juga Asisten I Pemerintah Setda Jembrana sebelumnya telah menjabat menjadi Pj Sekda selama tiga bulan, sejak 4 Januari 2021 dan berakhir pada Minggu, 4 Maret 2021. Namun, pada Senin 5 Maret 2021, Ledang kembali dilantik menjadi Pj Sekda.

Dengan demikian, pejabat asal Kaliakah ini telah dua kali menjadi Pj Sekda Jembrana. Tidak hanya itu, saat terjadi penundaan pelantikan Bupati Jembrana terpilih, Ledang juga sempat menjadi Pelaksana Harian (Plh) Bupati Jembrana selama sebelas hari atau hingga pelantikan kepala daerah.

Pelantikan Pj Sekda Ledang diduga melabrak Permendagri No 91 Tahun 2019 tentang Penunjukkan Penjabat Sekretaris Daerah, Pasal 4. Dimana penjabat yang ditunjuk oleh gubernur harus memenuhi persyaratan menduduki jabatan pimpinan pratama eselon IIb Pemerintah Provinsi. Sementara Ledang belum pernah menjabat sebagai eselon IIb di provinsi.

Selain itu, juga diduga melanggar aturan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah, Pasal 6 terkait calon penjabat sekretaris daerah dari pegawai negeri sipil yang memenuhi persyaratan, khusunya huruf c. Berusia paling tinggi 1 (satu) tahun sebelum mencapai batas usia pensiun. Ledang diduga bakal pensiun di awal Januari 2022, sehingga usianya kurang dari satu tahun saat dilantik untuk keduakalinya jadi Pj Sekda sebelum dia pensiun.

Dan juga pasal Pasal 10. Dimana Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintah menunjuk penjabat sekretaris daerah provinsi yang memenuhi persyaratan dan itu ditunjuk oleh Gubernur sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah. 019/024/003

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.