Baru Selesai Dikerjakan, Trotoar di Perbatasan Serokadan – Apuan Rusak

Warga Desa Apuan dan Dusun Serokadan, Desa Abuan Kecamatan Susut, Bangli mengeluhkan kualitas proyek DPT dan trotoar di jalur perbatasan yang sudah rusak padahal baru selesai dikerjakan.
215 Melihat

BANGLI, posbali.co.id – Baru diterjang air hujan semalam, warga Desa Apuan dan Dusun Serokadan, Desa Abuan Kecamatan Susut, Bangli langsung mengeluhkan kualitas proyek DPT dan trotoar di jalur perbatasan kedua desa tersebut. Masalahnya, belum sampai enam bulan, proyek tersebut telah rusak. Jalan aspal retak dan paving di atas trotoar rusak, itulah hasilnya.

Perbekel Desa Apuan, I Wayan Sunarta, Kamis (17/6/2021) membenarkan adanya kerusakan infrastruktur tersebut. Dia mengaku mendapat informasi amblasnya trotoar dan jalan aspal tersebut dari Sekdes. “Tadi pagi Sekdes menelepon, dia bilang trotoar yang ada di jalur perbatasan Apuan dengan Banjar Serokadan rusak. Kondisi tersebut sudah langsung saya sampaikan ke Dinas PU,” ujarnya.

Dia melanjutkan, jalan tersebut sebelumnya sempat ambrol akibat diterjang banjir. Kemudian untuk perbaikannya mendapat anggaran CSR dari pusat, dan sempat ditinjau Gubernur Bali. Kata dia, penyebab amblasnya jalan berikut paving tersebut lantaran tanah di lokasi labil akibat kurangnya pemadatan oleh rekanan. Karena saat perbaikan jalan jebol, sambungnya, di sana terdapat perbaikan gorong-gorong dan pengurukan. “Kemarin di desa kami turun hujan, hingga membuat tanah uruk amblas dan membuat jalan aspal dan paving ikut ambrol,” jelasnya.

Anggaran perbaikan jalan jebol tersebut, erangnya, bersumber dari CSR pusat senilai Rp 180 juta, sudah termasuk untuk pembuatan DPT, pavingisasi dan pembangunan reling menggunakan bata merah. Namun, dia kurang tahu siapa rekanan yang menggarap proyek itu, karena langsung diturunkan pusat. Dia hanya tahu ada warganya yang turut dipekerjakan dalam penggarapannya. Berkaitan dengan jebolnya jalan, dia berharap rekanan yang mengerjakan segera memperbaiki, lantaran proyek baru selesai saat Hari Raya Kuningan belum lama ini, dan masih dalam perawatan. “Malu kita sama masyarakat, proyek belum mencapai enam bulan sudah rusak,” sindirnya.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Bangli, I Wayan Lega Suprapto, berkata jalan penghubung tersebut jebol pada bulan Oktober 2020 lalu. Selang beberapa bulan kemudian turun anggaran perbaikan lewat CSR Provinsi senilai Rp180 juta. Hasil koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali, pengerjaan jalan belum diserah-terimakan. “Perbaikan jalan penghubung tersebut lewat CSR Provinsi, kami di daerah sifatnya sebatas pendamping saja,” jelasnya.

Dari hasil pengecekan, jelasnya, diketahui terjadi penurunan badan jalan hingga 5 cm. Penurunan karena box culvert yang berfungsi sebagai gorong-gorong terkikis air. Untuk sementara waktu jalan tidak bisa dilewati kendaraan dengan tonase berat. “Petugas kami telah memasang rambu peringatan di lokasi. Tentu untuk perbaikan badan jalan harus dibongkar lagi, perbaikan masih menjadi tanggung jawab rekanan,” pungkasnya. 028

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.